Tragedi KMP Virgo Transport 8: Kemenhub Perkuat Evakuasi, Penyelam Berjuang di Kedalaman Laut Jawa

JAKARTA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta upaya penyelamatan bangkai kapal (salvage) KMP Virgo Transport 8 yang karam di Laut Jawa terus diintensifkan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersinergi dengan Basarnas dan TNI AL, mengerahkan segala sumber daya untuk mempercepat evakuasi korban dan penanganan kapal nahas tersebut, di tengah kondisi medan yang menantang.

Pelaksana tugas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Triono, menegaskan komitmen pihaknya. “Untuk mendukung proses evakuasi korban, kami telah menyiapkan tiga unit peti kemas pendingin (reefer container). Fasilitas ini krusial sebagai sarana penampungan sementara jenazah yang ditemukan,” jelas Triono. Ketiga reefer container tersebut, yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin, diproyeksikan segera tiba untuk mendukung penanganan di lapangan.

Read More

Dukungan armada laut juga diperkuat. Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan sejumlah Kapal Negara, termasuk KN Kunyit, KN.P.211 Grantin, dan KN Miang Besar. Setiap kapal memiliki penempatan strategis sesuai rencana operasi SAR gabungan. KN Miang Besar ditempatkan pada Ring 1 bersama dengan KN SAR Pacitan, KRI Nala, dan KRI Canopus, menandakan area pencarian prioritas tinggi. Sementara itu, KN.P.211 Grantin beroperasi di Ring 2 bersama KP Orca 06 dan KN SAR Wisanggeni, memperluas cakupan pencarian. KN Kunyit disiagakan khusus untuk mendukung instalasi reefer container di lokasi operasi.

Paralel dengan upaya SAR, Ditjen Perhubungan Laut juga gencar mengoordinasikan proses salvage KMP Virgo Transport 8. Koordinasi melibatkan pemilik kapal, surveyor, adjuster, dan pihak asuransi. Langkah awal yang telah dilakukan adalah survei bawah air, memanfaatkan penyelam profesional dan Remotely Operated Vehicle (ROV) canggih. Survei ini esensial untuk memetakan kondisi kapal secara detail guna menentukan strategi pengangkatan yang paling efektif dan aman.

Dalam rapat koordinasi penanganan salvage terkini, percepatan penetapan status kapal sebagai Total Loss menjadi fokus utama. “Penetapan status ini sangat penting agar kapal dapat secara resmi dinyatakan sebagai kerangka kapal, sehingga proses salvage dapat segera dieksekusi tanpa hambatan birokrasi,” tambah Triono, menggarisbawahi urgensi keputusan tersebut.

Sementara itu, di garis depan operasi penyelaman, tim gabungan dari Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL menunjukkan dedikasi luar biasa. Dalam operasi hari ke-11 ini, mereka berhasil menemukan dan mengevakuasi sembilan jasad korban dari bangkai KMP Virgo Transport 8 di kedalaman Laut Jawa. Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, menyampaikan apresiasinya. “Di tengah arus bawah laut yang kuat dan visibilitas yang sangat terbatas, para penyelam kami terus menyisir bagian dalam kapal hingga akhirnya berhasil menemukan korban,” ujarnya.

Total temuan korban pada hari tersebut mencapai sembilan jasad, menambah daftar korban meninggal. Hingga Rabu pukul 17.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 135 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 27 orang meninggal dunia. Dengan jumlah total manifes 243 orang, masih terdapat 108 korban yang dalam proses pencarian intensif. Angka ini belum termasuk satu jasad yang ditemukan nelayan di perairan Kalimantan Tengah dan masih dalam tahap identifikasi untuk memastikan keterkaitannya dengan insiden KMP Virgo Transport 8.

Pemerintah dan seluruh tim SAR gabungan berkomitmen penuh untuk melanjutkan operasi hingga seluruh korban ditemukan dan penanganan bangkai kapal dapat diselesaikan secara tuntas, memberikan kepastian bagi keluarga korban dan menjaga keamanan pelayaran di wilayah tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *