Warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan oleh penemuan sebuah benda misterius yang ternyata merupakan sebuah granat aktif. Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung yang sedang mencari barang bekas pada Senin malam. Penemuan ini langsung memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya, granat tersebut dinyatakan masih dalam kondisi aktif. Meskipun kondisi fisiknya tampak luar biasa berkarat dan termakan usia, seluruh komponen fatal dari senjata peledak militer ini masih utuh dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa jika terjadi salah penanganan.
Berdasarkan spesifikasi teknis yang dirilis oleh kepolisian, bom militer berjenis granat tangan ini diduga kuat merupakan buatan manufaktur Inggris. Benda maut tersebut memiliki dimensi diameter sekitar 60 mm, panjang mencapai 100 mm, serta bobot seberat 410 gram. Hebatnya, bagian pen pengaman (safety pin) dan tuas pengaman (safety lever) masih terpasang lengkap pada badan granat.
Segera setelah menerima laporan dari warga, aparat Kepolisian Sektor Tambun Selatan langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Polisi segera memasang garis pembatas steril (police line) dan meminta masyarakat sekitar untuk menjauh hingga radius aman minimal 50 meter dari tempat kejadian perkara demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk meminimalisir risiko ledakan yang tidak terkendali, Tim Jibom Polda Metro Jaya segera melakukan evakuasi terhadap granat berkarat tersebut. Benda pemusnah massal skala kecil itu langsung dilarikan ke Markas Gegana Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemusnahan secara aman (disposal) sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) kepolisian yang ketat.
Kompol Wuryanti sangat mengapresiasi kepekaan warga yang cepat melapor dan mengimbau masyarakat luas untuk selalu waspada. Jika sewaktu-waktu menemukan benda mencurigakan yang menyerupai bahan peledak atau amunisi militer, warga diminta untuk tidak menyentuhnya dan segera menghubungi layanan darurat kepolisian di call center 110.








