Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Megawati Kirim Doa dan Duka Mendalam untuk Korban Gempa NTT

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memimpin jalannya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8) ini tidak hanya menjadi momentum refleksi kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang empati bagi bencana alam yang melanda tanah air.

Mengenakan busana merah khas partai, Megawati tiba di lokasi upacara sekitar pukul 08.55 WIB dengan didampingi oleh Ketua DPP PDIP, Puti Guntur Soekarno. Kehadiran putri Proklamator tersebut disambut hangat oleh jajaran petinggi partai, termasuk Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, dan Romy Soekarno. Upacara tersebut dipimpin oleh Cornelius Anton selaku komandan upacara dari Sekretariat DPP PDIP.

Read More

Suasana haru menyelimuti upacara ketika momen mengheningkan cipta dimulai. Megawati secara khusus mengajak seluruh peserta upacara dan masyarakat Indonesia untuk mengirimkan doa terbaik bagi para korban gempa bumi dahsyat yang baru-baru ini mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Flores. Beliau mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan, serta para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Secara khusus, mari kita berdoa bagi saudara-saudara kita di Flores, NTT. Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi luar biasa ini. Semoga mereka yang terdampak diberikan kekuatan untuk bangkit kembali,” ungkap Megawati dengan penuh rasa simpati.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, keputusan Megawati menggelar upacara di Sekolah Partai ini didasari oleh keinginan untuk merayakan hari bersejarah ini bersama struktur partai paling bawah. Upacara ini dihadiri oleh pengurus inti DPD dan DPC PDIP DKI Jakarta, badan sayap partai, hingga satuan tugas (satgas) PDIP.

Setelah prosesi upacara formal selesai, suasana berubah menjadi meriah dengan diadakannya berbagai perlombaan tradisional khas 17 Agustus, seperti balap karung, makan kerupuk, hingga panjat pinang. Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Wakil Sekjen Bidang Kesekretariatan PDIP, menjelaskan bahwa perayaan ini sengaja dirancang ramah warga dengan mengundang masyarakat di sekitar kawasan Lenteng Agung untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan pesta kemerdekaan ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *