Situbondo – Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) sukses menggelar uji coba penembakan amunisi roket terbaru, Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire kaliber 122 milimeter. Latihan sekaligus pengujian taktis ini berlangsung di kawasan Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Langkah ini bertujuan untuk memvalidasi performa serta memastikan kesiapan operasional persenjataan mutakhir milik TNI AL.
Amunisi roket kaliber 122 mm yang diuji coba tersebut merupakan pasokan baru yang diserahterimakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Melalui pengujian langsung di lapangan, Korps Marinir ingin menjamin bahwa setiap unit rudal berfungsi dengan presisi tinggi dan memenuhi standar kelayakan tempur yang ketat sebelum diterjunkan ke medan operasi sesungguhnya.
Kepala Dinas Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, menegaskan bahwa agenda krusial ini memegang peranan penting dalam menjaga daya gempur militer Indonesia. Menurutnya, uji fungsi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis guna memastikan seluruh sistem persenjataan pendukung taktis selalu berada dalam kondisi prima untuk mengawal kedaulatan wilayah NKRI.
Uji tembak di Baluran ini dipercayakan kepada prajurit andalan dari Batalyon Roket 2 Marinir sebagai unit pelaksana di lapangan. Sebelum roket-roket ini meluncur ke udara, rangkaian amunisi tersebut telah melewati fase sertifikasi kelayakan yang ketat di Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal). Hal ini membuktikan bahwa aspek keselamatan dan standarisasi mutu menjadi prioritas utama bagi TNI AL.
Seluruh rangkaian uji coba dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Dengan keberhasilan uji tembak MLRS Vampire ini, kekuatan pertahanan Korps Marinir kini semakin solid dan siap digerakkan kapan saja guna merespons berbagai potensi ancaman keamanan nasional. Komitmen berkelanjutan dalam memelihara serta menguji alutsista ini diharapkan mampu memberikan efek gentar (deterrence effect) yang kuat di kawasan regional.

