Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara seorang tukang pangkas rambut dan seorang pria di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegaduhan tersebut dipicu oleh teguran keras karena sang tukang cukur belum memasang bendera Merah Putih di depan tempat usahanya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam potongan video yang viral, sang perekam tampak emosional dan terus mendesak tukang cukur tersebut untuk memberikan alasan logis mengapa lambang negara belum dikibarkan. Sementara itu, tukang cukur yang bersangkutan menanggapi situasi tersebut dengan relatif tenang sambil terus melayani pelanggannya, meski sempat mengaku terganggu dengan tindakan perekaman yang dinilai intimidatif.
Menanggapi polemik yang menggelinding liar di jagat maya, Camat Rancabungur, Dita Aprillia, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi mendalam. Dita menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika pihak kecamatan tengah melaksanakan program kebersihan berkala sekaligus sosialisasi gerakan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat sekitar.
“Setiap hari Selasa dan Jumat kami rutin mengadakan aksi bersih-bersih jalan. Berhubung ini momen bulan Agustus, kami sekalian membagikan bendera secara selektif kepada warga yang memang membutuhkan,” ujar Dita saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, imbauan pemasangan bendera tersebut sejatinya merujuk pada Surat Edaran Bupati Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Hal ini dilakukan demi memupuk kembali rasa nasionalisme warga selama bulan kemerdekaan.
Namun, Dita mengklarifikasi satu poin penting terkait sosok pria yang memarahi tukang cukur tersebut. Ia menegaskan bahwa pria emosional di dalam video itu bukanlah staf atau pegawai resmi dari Kantor Kecamatan Rancabungur.
“Pria tersebut merupakan rekan media yang kebetulan ikut turun ke lapangan untuk membantu mengimbau masyarakat. Kami juga telah menegur yang bersangkutan agar ke depan menggunakan cara-cara yang lebih humanis, sopan, dan tidak emosional saat menghadapi warga,” tambahnya.
Kini, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Dibantu oleh pengurus RT dan RW setempat, sang tukang cukur telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pihak RT setempat juga telah menyalurkan bendera Merah Putih yang kini telah terpasang rapi di depan kios pangkas rambut tersebut sebagai bukti kecintaan pada tanah air.

