Situasi keamanan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berangsur-angsur pulih pasca-bentrokan maut yang melibatkan pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Tragedi yang pecah pada Sabtu pagi tersebut menyisakan duka mendalam dengan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan materiil yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru pihak kepolisian, dari tujuh warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka, kini tersisa dua korban yang masih harus menjalani perawatan intensif. Kedua korban tersebut adalah Purnama (19) yang dirawat di RSUD Lewoleba, Lembata, serta Anwar Sabon yang saat ini berada di RSUD Larantuka. Pihak medis mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan keduanya kini telah berangsur stabil.
Kompol Ketut Mastina selaku Wakapolres Flores Timur menjelaskan bahwa beberapa korban luka lainnya sudah diizinkan pulang karena kondisinya terus membaik. Sementara itu, tiga korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tragis ini juga telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing dengan situasi yang kondusif.
Untuk mengantisipasi adanya konflik susulan dan memastikan keamanan masyarakat setempat, aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penebalan pasukan di lokasi kejadian. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengungkapkan bahwa ratusan personel Brimob tambahan telah dikerahkan ke titik-titik rawan.
Penebalan keamanan ini diperkuat oleh kehadiran 34 personel Brimob dari Kompi 4 Batalyon B Maumere, ditambah 100 personel taktis dari Polda NTT yang meliputi pasukan pelopor dan tim penjinak bom (Gegana). Kehadiran personel bersenjata lengkap ini diharapkan dapat mengembalikan stabilitas keamanan di Adonara Timur yang sempat mencekam.
Hingga saat ini, aparat gabungan dari Polri serta TNI dari Kodim 1624 masih bersiaga penuh di lapangan. Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap akar permasalahan di balik bentrokan berdarah yang juga merusak puluhan rumah warga tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar.


