Buntut Bentrokan di Adonara: Dua Korban Masih Dirawat, Ratusan Brimob Disiagakan

Situasi pasca-bentrokan berdarah yang melibatkan dua kelompok pemuda di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai berangsur kondusif. Meski demikian, dampak dari tragedi memilukan yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut masih menyisakan duka mendalam. Dari total tujuh korban luka-luka yang dilaporkan, dua di antaranya hingga saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengonfirmasi bahwa kedua korban yang masih dirawat tersebut adalah Purnama (19) di RSUD Lewoleba, Lembata, dan Anwar Sabon di RSUD Larantuka. Berdasarkan laporan medis terbaru, kondisi kesehatan keduanya dilaporkan telah stabil. Sementara itu, lima korban luka lainnya telah diizinkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis yang memadai di rumah sakit rujukan maupun Rumah Sakit Pratama Adonara.

Read More

Bentrokan maut yang melibatkan pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak ini tidak hanya mengakibatkan luka-luka, tetapi juga merenggut tiga nyawa serta menyebabkan kerusakan materi yang cukup parah. Tiga korban meninggal dunia, yakni Nayamudin Iskandar (21), Petrus Kopong Epit, dan Hope (60), telah dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing. Tragedi ini juga memicu pembakaran sekitar 20 rumah warga di area konflik.

Guna mencegah bentrokan susulan dan memulihkan keamanan di wilayah tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penebalan pasukan. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menjelaskan bahwa sebanyak 134 personel Brimob tambahan telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Tambahan pasukan ini terdiri dari 34 personel Kompi 4 Batalyon B Maumere serta 100 personel satuan Brimob Polda NTT yang dilengkapi dengan tim penjinak bom (Gegana) dan pasukan pelopor.

Seluruh personel tambahan ini kini telah bersinergi dengan anggota Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, serta unsur TNI dari Kodim 1624 untuk melakukan patroli dan penjagaan ketat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap pemicu utama bentrokan berdarah antardua kelompok pemuda tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *