Penyelamatan Menegangkan 2 WNI yang Disekap Sindikat Scamming di Myanmar

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kini tengah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap oleh sindikat penipuan daring (online scamming) di wilayah konflik Myawaddy, Myanmar. Kasus memilukan ini mencuat setelah video kedua korban dalam kondisi tangan diborgol dan meminta pertolongan viral di berbagai platform media sosial.

Upaya penyelamatan ini dipastikan tidak akan berjalan mudah. Lokasi penyekapan, Kota Myawaddy, merupakan wilayah perbatasan antara Myanmar dan Thailand yang saat ini menjadi zona pertempuran sengit antara junta militer Myanmar dan kelompok pemberontak bersenjata. Keadaan darurat ini membuat wilayah tersebut sangat terisolasi dan berbahaya, bahkan aparat kepolisian setempat pun kesulitan untuk menembus lokasi tersebut.

Read More

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait guna mencari jalan keluar terbaik. “Kami sedang mengupayakan berbagai langkah strategis untuk menyelamatkan yang bersangkutan, yang diketahui bekerja sebagai operator scamming online,” ujar Untung.

Salah satu dari wanita dalam video tersebut telah teridentifikasi sebagai Ayu, warga asal Jorong Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat, Jupriyadi, mengonfirmasi kebenaran identitas Ayu setelah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Agam dan Polda Sumbar.

Nahasnya, Ayu diketahui berangkat ke luar negeri melalui jalur nonprosedural atau ilegal. Hal ini menyebabkan datanya tidak tercatat di sistem resmi BP3MI, sebuah pola yang sering berujung pada jebakan sindikat perdagangan orang di Asia Tenggara. Wilayah perbatasan Myanmar yang dikuasai pemberontak memang kerap menjadi sarang operasi gelap penipuan digital berkedok lowongan kerja dengan gaji menggiurkan.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas legalitasnya. Polri bersama Kementerian Luar Negeri terus memonitor situasi geopolitik di Myanmar demi membawa pulang kedua srikandi tersebut dengan selamat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *