Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tengah bersiap mengambil langkah besar dalam upaya pelestarian lingkungan di tanah air. Dalam waktu dekat, Kepala Negara berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari seluruh penjuru Indonesia. Agenda pertemuan akbar ini adalah untuk menyamakan visi sekaligus meluncurkan inisiatif nasional baru bernama gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Rencana strategis ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo di sela-sela peresmian proyek transportasi massal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Ia menegaskan bahwa koordinasi menyeluruh dengan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan program lingkungan ini berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput.
“Dalam satu atau dua minggu ke depan, saya akan menggelar rapat bersama seluruh gubernur, bupati, serta DPRD se-Indonesia. Pertemuan ini bertujuan untuk meluncurkan gerakan Indonesia ASRI. Kita harus bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih, dan indah,” ujar Prabowo.
Dalam visi besarnya, Prabowo membidik DKI Jakarta sebagai laboratorium percontohan atau prototype kota hijau bagi wilayah-wilayah lain di tanah air. Salah satu langkah konkret yang diusulkannya adalah mendorong penerapan konsep taman vertikal (vertical garden) pada gedung-gedung bertingkat di ibu kota.
Ia juga meminta komitmen dari para pemilik gedung swasta untuk aktif menghijaukan bangunan mereka. Jika pihak swasta menemui kendala, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat siap turun tangan memberikan dukungan ekosistem yang diperlukan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mengubah wajah kota-kota besar menjadi lebih ramah lingkungan dan estetis.
Selain penghijauan bangunan, fokus utama gerakan Indonesia ASRI juga menyasar pada sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan revitalisasi aliran sungai. Prabowo menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi mutakhir untuk membersihkan sungai-sungai dari limbah dan sampah.
Melalui gerakan masif ini, pemerintah berharap transformasi ekologis tidak hanya berhenti di Jakarta, melainkan dapat diadaptasi oleh seluruh kota di nusantara demi menciptakan masa depan lingkungan hidup yang berkelanjutan.







