Rasa cemas dan ketidakpastian kini menyelimuti keluarga para penumpang KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Di tengah proses pencarian besar-besaran yang terus berlangsung, cerita pilu datang dari Jiono, seorang warga asal Pakisaji, Kabupaten Malang, yang setia menanti keajaiban di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Pria tersebut menantikan kepastian nasib sang adik tercinta, Agus Ribut Setyabudi, yang merupakan seorang sopir truk ekspedisi. Agus diketahui berada di atas kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut saat musibah naas terjadi. Bagi Jiono dan keluarga, waktu seakan berjalan sangat lambat, sementara kabar pasti mengenai keberadaan sang adik tak kunjung tiba.
Menjalani Tes DNA dan Penantian di Tanjung Perak
Guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, Jiono telah mengikuti serangkaian prosedur medis, termasuk pengambilan sampel tes DNA forensik oleh tim kepolisian di posko informasi pelabuhan. Kendati demikian, dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia tetap menolak menyerah dan terus berdoa agar sang adik dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Jiono menceritakan bahwa adiknya sudah sangat terbiasa mengarungi jalur lintas pulau demi mengantar barang ekspedisi ke berbagai daerah seperti Bontang, Makassar, hingga Medan. Namun, pelayaran menggunakan kapal yang baru beroperasi beberapa bulan tersebut merupakan pengalaman pertama bagi adiknya.
Terkendala Biaya dan Minimnya Fasilitas Armada Operator
Kondisi semakin menyulitkan ketika pihak keluarga berkeinginan untuk langsung berangkat menuju Banjarmasin—titik mana armada penyelamat seperti KRI Pulofani dan KRI Nala membawa para korban yang dievakuasi. Sayangnya, impian untuk menjemput sang adik terhalang oleh keterbatasan finansial keluarga.
Meskipun pihak pimpinan tempat Agus bekerja memberikan dukungan moral, komunikasi dengan PT Virgo Karya Shipping selaku operator kapal dinilai belum memberikan kepastian. Permohonan bantuan fasilitas penyeberangan menuju Banjarmasin yang diajukan keluarga sejauh ini hanya dijawab dengan janji manis yang belum terealisasi.
Prosedur Evakuasi dan Update Jumlah Korban
Berdasarkan data resmi, kapal roro tersebut mengangkut sebanyak 243 orang yang terdiri dari penumpang dan kru kapal, serta 89 unit kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 108 penumpang dan menemukan 6 korban dalam keadaan meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa.








