Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang misterius di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) kini telah memasuki hari ketujuh pada Senin (14/9). Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti nasib para korban, pihak keluarga menaruh harapan besar agar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan tidak dihentikan dan segera diperpanjang.
Keinginan mendalam dari pihak keluarga ini disampaikan langsung melalui Gubernur Banten, Andra Soni. Menurutnya, keluarga korban sangat berharap agar misi kemanusiaan ini terus dilanjutkan demi menemukan titik terang keberadaan para jurnalis yang sedang bertugas tersebut. Pihak keluarga juga meminta tim penyelamat untuk memperluas area penyisiran hingga ke wilayah daratan kepulauan sekitar, termasuk Pulau Sebesi.
“Kami sangat berharap Basarnas sebagai leading sector operasi ini dapat mempertimbangkan aspirasi dari keluarga korban. Penyelidikan dan penyisiran ulang di daratan sekitar pulau-pulau dekat Gunung Anak Krakatau sangat krusial untuk memaksimalkan upaya penyelamatan,” ujar Andra Soni saat memberikan keterangan.
Kronologi kejadian bermula ketika rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat. Tujuan mereka adalah melakukan peliputan eksklusif mengenai aktivitas vulkanik terkini dari Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Nahas, komunikasi terakhir dengan kapal cepat tersebut terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Salah satu jurnalis dilaporkan sempat mengirimkan koordinat lokasi terakhir mereka sebelum akhirnya hilang kontak sepenuhnya. Kelima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal yang berstatus sebagai jurnalis lepas.
Hingga kini, tim SAR gabungan dari Banten terus berupaya keras menyisir titik koordinat terakhir. Dengan kondisi cuaca dan arus laut Selat Sunda yang dinamis, perpanjangan masa pencarian dinilai menjadi langkah paling realistis demi memberikan kepastian bagi keluarga yang terus cemas menunggu kabar baik.








