Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Indonesia. Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik di kawasan Laut Jawa, memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh Tim SAR Gabungan. Hingga kini, upaya evakuasi terus diintensifkan demi menemukan ratusan penumpang yang masih dinyatakan hilang di tengah lautan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), total korban yang terdata mencapai 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat. Sayangnya, dari ratusan korban yang ditemukan tersebut, enam orang di antaranya dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 108 penumpang lainnya berhasil diselamatkan dari maut.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menemukan sisa korban yang masih misterius keberadaannya. “Hingga hari ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif untuk mencari 129 penumpang lain yang dilaporkan masih hilang,” ungkapnya.
Proses evakuasi korban selamat berlangsung dramatis. Sebanyak 85 korban selamat, termasuk awak kapal (ABK), telah berhasil dibawa mendarat dengan selamat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Evakuasi ini melibatkan beberapa kapal penyelamat, termasuk MV Haida dan KN SAR Laksmana 241 yang bekerja cepat membelah ombak Laut Jawa demi menyelamatkan nyawa para penumpang.
Pihak Kantor SAR Banjarmasin juga telah merilis data resmi penumpang selamat yang berhasil dievakuasi ke darat. Di antara mereka terdapat puluhan warga dari berbagai daerah seperti Situbondo, Jombang, Kediri, hingga Tegal. Keberadaan daftar ini diharapkan dapat memberikan titik terang bagi pihak keluarga yang tengah cemas menanti kabar anggota keluarga mereka.
Hingga rilis ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berjalan dengan memprioritaskan area sekitar titik koordinat terbaliknya kapal. Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk tetap memantau informasi resmi dari posko darurat di Pelabuhan Trisakti guna menghindari kesimpangsiuran data.








