Berjuang Melawan Ombak 2,5 Meter, Evakuasi Ratusan Penumpang Kapal Virgo 8 Berlangsung Dramatis

Proses penyelamatan ratusan penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa menghadapi rintangan berat. Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan harus bertaruh nyawa di tengah kepungan gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter. Kapal penumpang yang membawa ratusan jiwa tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah dihantam cuaca buruk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di lokasi kejadian menjadi kendala utama bagi tim penyelamat. Tinggi gelombang yang berkisar antara 2 hingga 2,5 meter sangat membahayakan keselamatan armada penyelamat, khususnya kapal milik Basarnas yang berukuran 40 meter.

Read More

“Kondisi di lapangan sangat riskan untuk kapal ukuran sedang seperti milik kami. Oleh karena itu, kami memprioritaskan pengerahan kapal-kapal yang berukuran lebih besar untuk memaksimalkan proses pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian,” ujar I Putu Sudayana menjelaskan strategi penyelamatan.

Kronologi kejadian bermula ketika KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9) siang menuju Banjarmasin. Kapal yang mengangkut total 243 penumpang tersebut kemudian kehilangan kontak pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA akibat cuaca buruk di perairan Laut Jawa. Lokasi terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Laporan kehilangan ini segera direspons cepat oleh Kantor SAR Banjarmasin setelah menerima aduan dari pihak manajemen PT Virgo. Armada penyelamat langsung diberangkatkan menuju titik koordinat terakhir untuk memulai operasi kemanusiaan tersebut. Berkat kesigapan tim di lapangan, hingga Minggu siang, sebanyak 103 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Meskipun diadang ombak besar, Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencarian hingga seluruh penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi. Koordinasi intensif dengan berbagai instansi maritim terus diperketat guna mempercepat proses penyelamatan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di Indonesia ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *