Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, dipastikan tidak akan memperkuat skuad Merah Putih dalam ajang bergengsi Asian Games 2026. Keputusan berat ini terpaksa diambil lantaran jadwal pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut bentrok dengan turnamen wajib WTA 1000 yang akan berlangsung di Beijing, China.
Melalui pernyataan resmi di akun media sosial pribadinya, Janice mengungkapkan kekecewaannya karena tidak mendapatkan dispensasi dari Women’s Tennis Association (WTA). Sebagai pemain profesional yang berlaga di sirkuit dunia, ia berkewajiban untuk tampil di turnamen level WTA 1000 tersebut guna mempertahankan serta mendongkrak peringkat dunianya.
“Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan yang sangat sulit ini. Saya tidak dapat bertanding di Asian Games tahun ini karena jadwalnya bertepatan dengan turnamen wajib WTA 1000 di Beijing,” ungkap atlet berusia 24 tahun tersebut. Janice juga menambahkan bahwa mengenakan seragam tim nasional dan membawa nama Indonesia di kancah internasional selalu menjadi momen yang paling ia banggakan.
Kehadiran Janice Tjen sejatinya sangat diharapkan untuk mendulang medali bagi Indonesia. Rekam jejaknya di kancah regional dan kontinental terbilang sangat gemilang. Pada gelaran Asian Games 2022 di Hangzhou, Janice sukses menyabet medali perunggu di nomor ganda putri saat berpasangan dengan petenis senior, Aldila Sutjiadi. Ketangguhannya kembali terbukti pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan medali emas di nomor ganda putri dan beregu putri, serta tambahan medali perunggu di sektor tunggal putri.
Meski harus absen dari pesta olahraga Asia kali ini, Janice menegaskan komitmennya untuk tetap mengharumkan nama bangsa lewat jalur sirkuit profesional. Ia berjanji akan terus berjuang memberikan performa terbaiknya di setiap turnamen WTA Tour demi menjaga eksistensi tenis Indonesia di mata dunia. “Saya berharap dapat kembali memperkuat Indonesia di masa-masa mendatang,” pungkas petenis kelahiran Jakarta tersebut.








