Pemerintah Kabupaten Pati resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong mengalami gejala keracunan makanan massal. Musibah ini diduga kuat dipicu oleh konsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada para pelajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa penetapan status darurat ini diambil demi menjamin penanganan medis para korban secara maksimal tanpa kendala biaya. Pemkab Pati mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit.
“Karena menyangkut keselamatan jiwa dan jumlah penderita yang mencapai ratusan, kasus ini resmi kami kategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa,” ujar Risma Ardhi Chandra dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, sebaran korban dilaporkan meluas ke tiga instansi pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, dan MTs Manbaul Ulum Bermi. Di SMPN 1 Gembong, tercatat 103 siswa dan 13 guru mengeluhkan mual dan diare. Sementara di MTsN 3 Pati, angka kasus mencapai 127 siswa dan 30 guru. Terbaru, belasan siswa dari MTs Manbaul Ulum juga dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu nasi bakar serupa.
Sejumlah rumah sakit setempat, termasuk RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa, saat ini masih merawat intensif puluhan siswa yang kondisinya belum stabil. Bahkan, dilaporkan ada korban yang sempat mengalami sesak napas hingga pingsan akibat dehidrasi berat.
Sebagai langkah tegas, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati langsung menghentikan sementara operasional penyedia katering, yakni SPPG Pati Gembong 1. Penutupan sementara ini akan berlangsung selama tiga hingga enam bulan ke depan guna proses investigasi mendalam dan evaluasi kelayakan higienitas dapur produksi.
Pihak berwenang mengimbau agar para penyedia jasa boga dalam program MBG lebih memperhatikan durasi penyimpanan makanan, yang idealnya tidak boleh lebih dari empat jam demi mencegah berkembangbiaknya bakteri patogen yang berbahaya bagi pencernaan anak-anak.








