Percepat Pemulihan Banjir Sumatra, Mendagri Tito Karnavian Minta Kemenkeu Cairkan Rp793 Miliar

Pemerintah terus mematangkan langkah taktis dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi meminta Kementerian Keuangan segera mencairkan sisa anggaran sebesar Rp793 miliar. Dana tersebut dinilai sangat krusial agar kementerian dan lembaga (K/L) terkait dapat langsung mengeksekusi ratusan program pemulihan fisik di lapangan.

Dalam Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Bencana bersama jajaran kabinet, Tito menekankan pentingnya efisiensi waktu. Mengingat sisa waktu tahun anggaran yang kian menyusut—hanya menyisakan sekitar 3,5 bulan—pencairan dana stimulus ini tidak boleh tertunda lagi. Menurutnya, percepatan ini akan sangat membantu setidaknya tujuh Kementerian/Lembaga yang masih memiliki beban kerja besar dalam merampungkan 991 program rehabilitasi di berbagai wilayah terdampak banjir.

Read More

Meskipun sebagian besar program pemulihan sudah mulai bergerak maju, Tito mengidentifikasi adanya kendala operasional yang cukup serius di lapangan. Salah satu hambatan terbesar ditemukan di Provinsi Aceh. Proses rekonstruksi infrastruktur di Serambi Mekah tersebut dilaporkan mengalami perlambatan akibat kelangkaan bahan baku material bangunan esensial, khususnya semen dan besi baja.

Tantangan kelangkaan material ini menjadi perhatian khusus mengingat besarnya skala pembangunan yang sedang berjalan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saja mengelola proyek pemulihan infrastruktur pascabencana dengan nilai mencapai Rp22 triliun. Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk membangun kembali fasilitas vital yang hancur, seperti bendungan (dam), jembatan penyeberangan, akses jalan raya, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hingga tempat ibadah warga.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kesigapan seluruh instansi yang terlibat. Kepala Negara menilai bahwa respons pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat kali ini menunjukkan performa yang jauh lebih masif, cepat, dan terorganisasi dengan baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kolaborasi solid ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setempat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *