Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Lakukan Sterilisasi Runway

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dinamis kembali memberikan dampak signifikan terhadap sektor penerbangan nasional. Sebagai langkah antisipasi cepat, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) langsung melakukan aksi mitigasi darurat setelah adanya laporan paparan abu vulkanik yang mendekati area bandara pada Senin (7/9).

Langkah sterilisasi ini diambil demi menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first). Perlu diketahui, material abu vulkanik sangat dihindari dalam dunia penerbangan karena mengandung partikel silika yang tajam dan keras. Jika terisap oleh mesin jet pesawat, abu ini bisa meleleh, menyumbat sistem turbin, dan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin yang fatal di udara. Selain itu, sebaran abu di darat juga berisiko mengurangi daya cengkeram roda pesawat di landasan pacu serta mengganggu jarak pandang pilot.

Read More

Guna menghindari risiko buruk tersebut, petugas bandara segera melakukan pembersihan menyeluruh di area sisi udara (airside). Proses pembersihan skala besar ini difokuskan pada landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), apron tempat parkir pesawat, serta fasilitas navigasi udara lainnya. Petugas memanfaatkan armada truk pemadam kebakaran dan kendaraan pembersih khusus untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi guna meluruhkan sisa abu yang menempel.

Kerja keras dan respons taktis dari seluruh tim operasional bandara membuahkan hasil positif. Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dan dipastikan bersih dari sisa abu vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan kembali beroperasi penuh pada Selasa (8/9) mulai pukul 00.01 WIB.

Hingga saat ini, pihak pengelola bandara terus memperketat pengawasan dan menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pos pemantau Gunung Anak Krakatau. Langkah ini krusial untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kelancaran arus transportasi udara di bandara tersibuk di Indonesia ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *