Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam dan kerusakan masif. Berdasarkan data terbaru dari Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana per Jumat (3/9), jumlah warga yang terpaksa mengungsi kini telah menembus angka 30.098 jiwa. Selain itu, kerusakan bangunan serta fasilitas umum dilaporkan mencapai 31.933 unit.
Dua wilayah terpantau menjadi titik konsentrasi pengungsian terbesar, yaitu Kecamatan Sambi Rampas dengan 12.635 pengungsi dan Kecamatan Lamba Leda Utara dengan 11.582 pengungsi. Kedua kecamatan ini menampung lebih dari 80 persen dari total keseluruhan korban terdampak. Terbatasnya fasilitas memaksa sebagian besar warga untuk mendirikan posko darurat secara mandiri di sekitar pemukiman mereka.
Dampak kemanusiaan dari bencana ini sangat memprihatinkan. Tercatat total korban jiwa dan luka-luka mencapai 683 orang, dengan rincian 40 orang meninggal dunia, 239 orang mengalami luka berat, serta 404 orang menderita luka ringan. Situasi kian mendesak dengan adanya 459 ibu hamil yang tersebar di berbagai posko pengungsian, di mana wilayah Sambi Rampas mencatat jumlah tertinggi, yakni sebanyak 124 jiwa.
Kerusakan infrastruktur yang sangat parah menjadi kendala utama dalam penanganan pascabencana. Akses transportasi lumpuh total setelah puluhan ruas jalan dan jembatan penghubung antar-kecamatan terputus. Lamba Leda Utara dan Lamba Leda Selatan menjadi wilayah terisolasi yang paling parah, sehingga menghambat distribusi bantuan logistik yang sangat dibutuhkan warga.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopim) Kabupaten Manggarai Timur, Jeany Wajong, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tim SAR, dan relawan terus bekerja ekstra keras untuk membuka jalur transportasi darat.
“Fokus utama kami saat ini adalah menjamin ketersediaan tenda darurat, bahan makanan, pelayanan medis, serta mempercepat pemulihan akses jalan agar bantuan kemanusiaan bisa segera sampai ke seluruh titik pengungsian tanpa terkecuali,” ujar Jeany.
Pemerintah setempat berjanji akan terus memperbarui data korban dan kerusakan secara transparan demi memastikan koordinasi bantuan berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran.








