JAKARTA – Langkah nyata pengelolaan lingkungan di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mulai membuahkan hasil positif. Gerakan memilah sampah dari sumbernya, khususnya dari lingkup rumah tangga, berhasil memangkas volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga mencapai 500 ton per hari.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan pencapaian ini dalam forum nasional Local Hero Indonesia Forum 2026. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memisahkan jenis sampah telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengurangan beban lingkungan di ibu kota.
“Kami menerima laporan adanya penurunan volume sampah yang sangat signifikan, baik di tingkat rumah tangga maupun yang masuk ke TPST Bantargebang. Penurunan di Bantargebang bahkan menyentuh angka sekitar 500 ton setiap harinya,” ujar Pramono dengan optimis.
Sejak gerakan pilah sampah ini resmi diluncurkan pada 10 Mei 2026, partisipasi aktif warga Jakarta dilaporkan melonjak drastis. Berdasarkan data terbaru, jumlah rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah meroket dari yang semula hanya 5,31 persen kini menyentuh angka 23,14 persen. Keberhasilan ini juga diikuti dengan peningkatan kapasitas pengelolaan sampah organik di sekitar 2.247 bank sampah aktif, yang naik dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton.
Kendati menunjukkan tren positif, Pramono menegaskan bahwa perjuangan menciptakan Jakarta bebas sampah belum usai. Ia menyoroti beberapa tantangan krusial di lapangan, mulai dari masalah operasional di Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga praktik nakal pembuangan sisa sampah swasta yang ilegal.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Pramono menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi. Ia meminta pengawasan dilakukan secara detail dan menyeluruh guna memastikan seluruh rantai pengelolaan sampah berjalan optimal tanpa celah pelanggaran.
“Saya meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk turun tangan langsung. Penanganan ini tidak boleh setengah-setengah. Terkadang kita harus menerapkan aturan dengan tegas dan sangat disiplin demi kelestarian kota ini,” pungkasnya.








