Penyelamatan Dramatis Orang Utan Sampurna yang Pingsan Akibat Karhutla di Kalbar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Barat kembali mengancam keselamatan satwa liar yang dilindungi. Seekor orang utan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di area perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Satwa yang kemudian diberi nama Sampurna ini diduga kuat mengalami gangguan pernapasan parah akibat terpapar kabut asap pekat selama berhari-hari.

Penemuan Sampurna bermula dari laporan warga sekitar pada Minggu pagi. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Read More

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengonfirmasi bahwa Sampurna ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan dan tidak berdaya. Ia menduga bahwa kebakaran hutan yang merusak habitat asli memaksa orang utan tersebut bermigrasi ke perkebunan warga demi bertahan hidup, hingga akhirnya tumbang akibat paparan asap ekstrem.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena sisa-sisa asap karhutla masih menyelimuti lokasi dengan sangat tebal. Guna memastikan keamanan satwa dan kelancaran proses evakuasi, tim medis terpaksa melakukan pembiusan. Dokter hewan dari YIARI segera memberikan penanganan darurat berupa bantuan oksigen tambahan dan cairan infus untuk mengatasi kondisi dehidrasi serta gangguan pernapasan yang dialami Sampurna.

Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan bahwa hirupan asap karhutla yang mengandung partikel berbahaya dapat merusak fungsi paru-paru satwa secara fatal. Dalam kondisi paparan yang pekat dan berlangsung lama, satwa sangat rentan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen akut. Beruntung, dari pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan adanya luka bakar atau cedera fisik pada tubuh Sampurna.

Saat ini, Sampurna telah dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri untuk mendapatkan perawatan medis intensif dan pemeriksaan organ dalam secara menyeluruh. Penyelamatan Sampurna ini menambah daftar panjang satwa yang terdampak bencana lingkungan, sekaligus menjadikannya orang utan ketujuh yang berhasil dievakuasi oleh BKSDA Kalbar dan YIARI sepanjang bulan Agustus akibat ancaman karhutla.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *