Kehangatan persaudaraan antar-organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, terpancar nyata dalam gelaran Muktamar ke-35 NU. Bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Jombang secara aktif terjun langsung untuk menyukseskan acara tersebut. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pendirian posko kesehatan, pembagian konsumsi gratis, hingga bantuan pengamanan.
Aksi solidaritas ini murni lahir dari semangat kemanusiaan dan hubungan harmonis yang telah lama terawat erat. Penanggung Jawab Posko Muhammadiyah, Sugeng Santoso, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kerukunan antarumat. Hubungan akrab yang terjalin setiap bulan dalam berbagai kegiatan formal maupun informal menjadi fondasi kuat bagi Muhammadiyah untuk menyokong penuh hajatan besar warga Nahdliyin ini.
Sebelum mendirikan posko, PD Muhammadiyah Jombang telah berkoordinasi dan mengantongi izin dari Ketua Panitia Lokal Muktamar, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozak). Dukungan yang diberikan pun tidak main-main. Di sektor konsumsi, posko ini awalnya menargetkan 10 ribu porsi makanan. Namun, karena antusiasme yang luar biasa, dapur umum darurat yang didukung oleh PW Muhammadiyah Jawa Timur berhasil menyalurkan lebih dari 12.600 mangkuk bakso gratis, ribuan telur rebus, serta minuman hangat bagi para muktamirin.
Tak hanya urusan perut, aspek kesehatan para peserta juga menjadi prioritas. Muhammadiyah mendirikan posko medis yang didukung oleh tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit Muhammadiyah di sekitar Jawa Timur. Di posko ini, pengunjung bisa mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, obat-obatan gratis, hingga penanganan medis awal untuk menjaga kebugaran fisik selama rangkaian muktamar berlangsung.
Sinergi ini semakin lengkap dengan keterlibatan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Sebanyak 100 hingga 200 personel Kokam diterjunkan langsung ke lapangan untuk bersinergi dengan Banser, Pagar Nusa, serta aparat TNI-Polri. Bersama-sama, mereka bahu-membahu mengatur arus lalu lintas dan menjaga keamanan di sekitar area pesantren agar perhelatan akbar ini berjalan kondusif dan tertib.
Sikap toleransi dan gotong royong yang ditunjukkan oleh Muhammadiyah dalam Muktamar NU ke-35 ini menjadi potret indah keberagaman Indonesia. Perbedaan metode ibadah terbukti tidak menjadi penghalang untuk saling merangkul, bekerja sama, dan menyebarkan kebermanfaatan bagi sesama.








