Muktamar ke-35 NU di Jombang: Wapres Gibran dan Deretan Menteri Kabinet Merah Putih Siap Sambut Presiden Prabowo

Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Lapangan Untung Suropati, Tambak Rejo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tenda raksasa yang berdiri megah di kawasan yang berdekatan dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras tersebut menjadi pusat perhatian nasional seiring dibukanya perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sejak Kamis (27/8) siang, deretan petinggi negara dan pejabat papan atas Kabinet Merah Putih mulai berdatangan ke lokasi. Tampak hadir secara langsung Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Kehadiran para tokoh nasional ini menegaskan posisi vital NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan kemajuan bangsa.

Read More

Tak hanya itu, jajaran menteri kunci lainnya juga terlihat menempati kursi undangan di arena utama. Di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan tiba di lokasi untuk meresmikan pembukaan permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini secara langsung.

Pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh kesiapan acara telah mencapai tahap optimal. Rais Syuriyah PBNU yang bertindak sebagai Sekretaris Steering Committee Muktamar NU, Mohammad Nuh, mengonfirmasi bahwa alur kedatangan dan pendaftaran utusan daerah berjalan sangat harmonis tanpa kendala teknis.

“Bismillah, insyaallah seluruh rangkaian acara sudah kami rancang dengan baik dan pembukaan dimulai sesuai rencana. Proses registrasi peserta dari berbagai wilayah sudah bergulir sejak kemarin. Kami memohon doa restu agar seluruh proses Muktamar NU berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi umat,” tutur Mohammad Nuh saat memberikan keterangan di area pendaftaran.

Muktamar ke-35 NU di tanah kelahiran para pendiri NU ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting dalam melahirkan gagasan-gagasan kebangsaan yang responsif terhadap tantangan era globalisasi dan transformasi digital.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *