Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kian mengkhawatirkan. Dampak kabut asap yang semakin tebal memaksa sejumlah warga di Kompleks Aeropolis 1, Kelurahan Syamsudin Noor, memilih untuk mengungsi secara mandiri demi menyelamatkan diri dari ancaman gangguan pernapasan.
Kondisi kabut asap dilaporkan jauh lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi keselamatan kelompok rentan. Salah seorang warga setempat, Saleh, mengungkapkan bahwa ia telah meminta keluarganya untuk segera mengungsi ke kampung halaman yang lebih aman. Sementara itu, Saleh sendiri memilih bertahan demi menjaga rumahnya dari potensi jilatan api.
Menurut laporan di lapangan, kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lanjut usia menjadi prioritas utama yang dievakuasi oleh pihak keluarga masing-masing. Langkah evakuasi mandiri ini diambil secara cepat karena kepungan asap tebal mulai menyesakkan dada dan membahayakan kesehatan pernapasan.
Tantangan Lahan Gambut dan Angin Kencang
Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor, Aiptu Helmi Apriana, menjelaskan bahwa titik api sebenarnya telah terdeteksi selama beberapa hari terakhir. Namun, kombinasi cuaca panas ekstrem dan tiupan angin kencang membuat situasi memburuk dengan cepat. Karakteristik lahan gambut di kawasan tersebut menjadi tantangan terbesar bagi tim pemadam di lapangan.
Sifat tanah gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya secara instan. Api yang tampak padam di permukaan seringkali kembali berkobar saat diterpa angin kencang. Bahkan, kobaran api sempat menjalar sangat dekat hingga menyentuh dinding luar rumah warga di blok bagian belakang kompleks perumahan.
Sinergi Pemadaman dan Pembagian Masker
Beruntung, kesiapsiagaan tim gabungan berhasil mencegah bencana yang lebih besar. Upaya pemadaman jalur darat digencarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Bencana (MPB), serta dukungan unit pemadam kebakaran dari berbagai sektor swasta.
Selain fokus menjinakkan api, petugas di lapangan juga bergerak cepat membagikan masker medis kepada warga yang bertahan guna mengurangi risiko paparan ISPA. Pihak berwenang mengonfirmasi belum ada instruksi evakuasi massal secara terpusat, sehingga keputusan mengungsi masih dilakukan atas inisiatif pribadi masing-masing keluarga demi keselamatan.








