Kisah Perjuangan Pengungsi Gempa NTT: Mengais Besi Tua demi Dapur Umum Tetap Mengepul

Penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini harus memutar otak demi mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Di tengah keterlambatan penyaluran bantuan logistik dari pemerintah, warga di pengungsian Kota Borong terpaksa beralih profesi menjadi pengumpul besi tua dari puing-puing bangunan yang runtuh akibat guncangan gempa.

Sebagian besar warga yang terdampak merupakan buruh tani. Namun, hingga saat ini mereka belum berani kembali menggarap lahan pertanian akibat trauma mendalam serta bayang-bayang gempa susulan yang masih kerap terjadi. Kekhawatiran akan potensi tsunami juga membuat warga memilih untuk tetap bertahan di posko pengungsian sementara waktu.

Read More

Untuk menyambung hidup dan memastikan dapur umum tetap mengepul, para pengungsi memanfaatkan sisa reruntuhan bangunan sebagai sumber penghasilan darurat. Besi-besi bekas yang berhasil dikumpulkan kemudian dijual langsung kepada pengepul yang mendatangi lokasi pengungsian.

Dionisius Parera, salah seorang warga Kota Borong, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir murni dari desakan kebutuhan perut. Lambatnya bantuan kemanusiaan yang datang memaksa mereka untuk melakukan pekerjaan apa saja demi mendapatkan uang, yang nantinya digunakan secara kolektif untuk membiayai kebutuhan makan bersama di dapur umum.

Senada dengan Dionisius, Aris Lodo (44), pengungsi asal Bea Borong, menuturkan bahwa puing-puing reruntuhan gedung yang dibuang di dekat posko pengungsian justru menjadi “berkah penyelamat” di tengah situasi genting ini. Dalam sehari, Aris mampu mengumpulkan hingga 15 kilogram besi tua demi menjaga dapur pengungsian tetap berasap.

Meskipun perjuangan mengais rezeki di antara puing-puing ini sangat membantu mereka bertahan, para pengungsi sangat berharap agar pemerintah daerah dan lembaga terkait segera menyalurkan bantuan kemanusiaan secara merata. Kehadiran bantuan yang cepat dan memadai sangat dinantikan agar warga dapat segera memulihkan kondisi ekonomi dan kembali menata kehidupan mereka dengan normal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *