JAKARTA — Peristiwa gempa bumi tektonik cukup kuat kembali menggetarkan kawasan barat Pulau Sumatra. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi bermagnitudo (M) 6,1 telah menguncang wilayah Pulau Nias, Sumatera Utara. Guncangan keras bencana ini dirasakan hingga wilayah Tapanuli Utara serta beberapa daerah di Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan analisis rinci dari BMKG, titik pusat gempa terletak di perairan laut sekitar 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan. Sumber lindu berada pada kedalaman 35 kilometer di bawah permukaan bumi. Meski getarannya cukup mengejutkan masyarakat pesisir, BMKG menegaskan bahwa fenomena geologi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Dampak guncangan terkuat dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara dengan skala intensitas IV MMI. Skala ini mengindikasikan getaran dirasakan oleh sebagian besar orang di dalam kediaman. Banyak warga melaporkan benda-benda pecah belah hancur, jendela dan pintu berderik nyaring, hingga timbul suara pada dinding bangunan akibat getaran tersebut.
Selain Nias dan Tapanuli, rambatan gelombang seismik juga meluas hingga ke Provinsi Sumatera Barat. Wilayah seperti Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Kota Padang, hingga Pasaman Barat merasakan getaran pada skala III MMI. Pada intensitas ini, getaran yang dirasakan warga menyerupai sensasi saat ada truk bermuatan berat melintas cepat di dekat rumah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa getaran akibat gempa dirasakan warga Nias Selatan selama kurang lebih 3 hingga 5 detik. BMKG mengonfirmasi belum ada indikasi kemunculan gempa susulan sesaat setelah kejadian.
Menanggapi peristiwa ini, pihak BMKG dan BNPB secara tegas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu hoaks yang beredar di media sosial. Warga disarankan untuk memeriksa kondisi struktur tempat tinggal masing-masing guna memastikan tidak ada retakan berbahaya sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.








