Peristiwa alam kembali menguji ketangguhan infrastruktur di Sulawesi Tengah. Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu (16/8) dini hari telah mengakibatkan kerusakan fisik pada fasilitas publik. Salah satu instansi pemerintah yang terdampak cukup parah adalah gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) setempat.
Berdasarkan laporan awal, beberapa bagian bangunan vital tersebut mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang. Guncangan keras menyebabkan runtuhnya plafon di sejumlah ruangan serta retakan yang cukup signifikan pada area dinding gedung. Kerusakan ini mengindikasikan kuatnya getaran yang dirasakan di pusat pemerintahan daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, meskipun terjadi kerusakan fisik pada beberapa fasilitas dinas, situasi pasca-gempa kini berangsur kondusif. “Laporan yang masuk memang menunjukkan adanya kerusakan fisik di Dinas PUPR, khususnya pada bagian langit-langit dan dinding bangunan,” jelas Rivai saat memberikan keterangan resmi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data analisis pemutakhiran yang menyebutkan bahwa episentrum gempa tektonik ini berada di wilayah laut. Berjarak sekitar 71 kilometer arah barat daya dari Parigi Moutong, pusat gempa terdeteksi pada kedalaman menengah sekitar 60 kilometer. Berdasarkan koordinat tersebut, titik pusat gempa diperkirakan kuat berada di kawasan perairan Kecamatan Sidoan.
Dampak getaran gempa bermagnitudo cukup besar ini tidak hanya dirasakan oleh warga lokal di Parigi Moutong. Getaran dilaporkan menjangkau wilayah yang cukup luas, mulai dari ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, hingga merambah ke wilayah tetangga seperti Kabupaten dan Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo, serta Kabupaten Bolaang Mongondow Utara di Sulawesi Utara. Luasnya radius getaran ini sempat memicu kepanikan warga yang tengah beristirahat pada pukul 00.25 WITA.
Hingga saat ini, tim reaksi cepat dari BPBD bersama dengan jajaran pemerintah daerah setempat masih terus bersiaga di lapangan. Mereka tengah melakukan asesmen mendalam untuk mendata secara menyeluruh dampak kerusakan bangunan lainnya, sekaligus memastikan ada tidaknya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak, dan terus memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan.








