Misi Kemanusiaan Berujung Duka: Tragedi Helikopter TNI AD di Kalteng dan Evakuasi Heroik Tiga Prajurit

SERUYAN, KOTA KITA – Kabar duka menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan seluruh bangsa menyusul tuntasnya proses evakuasi jenazah prajurit terakhir korban kecelakaan helikopter MI-17V5. Tragedi yang menewaskan tiga prajurit terbaik bangsa ini terjadi saat mereka mengemban misi kemanusiaan vital dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Sertu (anumerta) Heri Prasetyo, menjadi prajurit ketiga yang berhasil dievakuasi dari bangkai pesawat yang tenggelam di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Keberhasilan evakuasi pada Jumat, 6 November, menandai berakhirnya operasi pencarian yang intens dan penuh tantangan, sekaligus menutup babak pilu bagi keluarga dan institusi.

Read More

Kecelakaan nahas helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 terjadi dua hari sebelumnya, pada Rabu, 4 November, di tengah upaya heroik memadamkan api yang melalap hutan dan lahan di wilayah tersebut. Insiden ini merenggut nyawa Letkol CPN (anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (anumerta) Heri Prasetyo, meninggalkan duka mendalam bagi seluruh prajurit TNI AD dan masyarakat yang mereka layani.

Proses evakuasi jenazah Sertu Heri Prasetyo merupakan puncak dari kerja keras dan koordinasi luar biasa tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta dukungan tak ternilai dari masyarakat setempat. Operasi ini secara langsung dipimpin oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen Zainul Arifin, menunjukkan komitmen dan keseriusan negara dalam mengevakuasi setiap korban. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, turut memantau langsung di lokasi, menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam situasi darurat.

Kompleksitas operasi penyelamatan ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono. Sebelum tim penyelam dapat menjangkau korban, bangkai helikopter yang terbalik di dasar perairan harus terlebih dahulu diposisikan ulang. Proses krusial ini memerlukan bantuan kapal tugboat yang menarik badan helikopter, memungkinkan penyelam untuk masuk dan mengevakuasi jenazah dari dalam kabin yang sempit dan berbahaya.

Kondisi alam menjadi tantangan terberat. Arus perairan yang kuat, visibilitas yang nyaris nol akibat air keruh dan berlumpur, minimnya pencahayaan di kedalaman, serta adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi kecelakaan, secara signifikan mempersulit tugas tim penyelam. Namun, dengan kegigihan, perencanaan matang, dan semangat juang yang tinggi, kendala-kendala tersebut berhasil diatasi. “Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang ada, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Brigjen Donny, menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Sertu Heri Prasetyo segera dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung, sebelum kemudian diantar ke RSUD Kuala Pembuang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. TNI AD menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat lokal yang telah bahu-membahu dalam operasi pencarian dan evakuasi ini. Insiden ini menjadi pengingat pahit akan risiko dan pengorbanan yang dihadapi para prajurit dalam menjalankan tugas demi keamanan dan kesejahteraan bangsa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *