Misi Sulit Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin: Hadapi Warisan Polemik, Genjot Pemulihan Ekonomi

Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini berada dalam fase krusial di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Darmawansyah Muin. Pasca-pemberhentian Sitti Husniah Talenrang oleh Menteri Dalam Negeri, tongkat estafet kini berada di tangan Darmawansyah dengan mandat berat: memulihkan stabilitas pemerintahan dan ekonomi daerah yang sempat terhenti akibat turbulensi politik dan administratif.

Darmawansyah Muin tidak menampik bahwa Gowa saat ini menjadi sorotan nasional. Polemik yang berlarut-larut dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan dampak serius, terutama pada sektor perekonomian dan penyerapan anggaran. “Kita sekarang berada di pertumbuhan yang minus. Penyerapannya masih 19,5 persen, itu karena ada sedikit masalah,” ungkap Darmawansyah, menjelaskan kondisi terkini yang menghambat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas-dinas.

Read More

Menghadapi tantangan ini, Darmawansyah segera merancang strategi pembenahan. Langkah awal yang krusial adalah membangun komunikasi intensif dan kolaborasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia optimistis bahwa melalui sinergi ini, roda pemerintahan di Gowa dapat dinormalisasi dan target pertumbuhan positif dapat dicapai sebelum akhir tahun. Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin menekankan pentingnya kerja sama untuk keluar dari zona minus.

Terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Darmawansyah menegaskan bahwa program tersebut akan terus berjalan tanpa perubahan signifikan. RPJMD merupakan janji kampanye dan komitmen kepada masyarakat Gowa yang harus dituntaskan, terlepas dari pergantian kepemimpinan. “Itu tidak ada perubahan lagi, karena itu sudah bagian dari RPJMD kami. Tidak ada perubahan sama sekali, yang ada adalah kami tuntaskan dan selesaikan,” tegasnya, menjamin keberlanjutan visi-misi pembangunan daerah.

Salah satu keputusan strategis yang akan segera diimplementasikan adalah pengaktifan kembali sejumlah kepala dinas yang sebelumnya dicopot dari jabatannya. Darmawansyah menyebutkan bahwa hasil telaah mendalam terhadap tujuh pejabat tersebut tidak menemukan adanya kesalahan atau pelanggaran. Pengaktifan kembali mereka dinilai vital sebagai kunci untuk menormalkan seluruh kegiatan kepegawaian dan anggaran di Kabupaten Gowa, termasuk Sekretaris Daerah Gowa Andy Azis Peter dan Inspektur Gowa Syahrul Syahrir. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat konsolidasi birokrasi dan efektifitas kerja.

Penetapan Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin sendiri merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri pada 14 Oktober, menyusul pemberhentian Sitti Husniah Talenrang. Pemberhentian tersebut berdasarkan proses pemakzulan yang diajukan DPRD Gowa melalui Hak Angket dan telah diputus oleh Mahkamah Agung. Kini, Darmawansyah mengemban amanah besar untuk membawa Gowa menuju pemulihan dan kembali pada jalur pembangunan yang berkelanjutan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *