Jakarta Timur Gencarkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Benteng Bebas Rabies

JAKARTA, KotaKita – Pemerintah Kota Jakarta Timur menggalakkan sinergi komprehensif dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat benteng pertahanan terhadap ancaman rabies. Inisiatif strategis ini diwujudkan melalui peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD) tahun 2026, sebuah momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi kolektif.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menegaskan urgensi pendekatan kolaboratif ini. “Keberhasilan kita dalam mengendalikan rabies bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan buah dari peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari komunitas pecinta hewan, sektor usaha, hingga individu pemilik peliharaan, semua memiliki kontribusi vital,” ujarnya, Selasa (XX/XX/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pencegahan rabies adalah isu kesehatan publik yang membutuhkan kesadaran kolektif terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan kesayangan.

Read More

Dalam rangka WRD 2026, Sudin KPKP Jakarta Timur menyelenggarakan serangkaian kegiatan inovatif yang memadukan pelayanan kesehatan hewan berkualitas dengan upaya edukasi masif. Salah satu program unggulan adalah layanan vaksinasi rabies drive-thru. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mendapatkan imunisasi bagi hewan peliharaan mereka secara praktis dan efisien, tanpa harus turun dari kendaraan. Inovasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak hewan dan menekan potensi penyebaran virus.

Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga meluncurkan program sterilisasi kucing gratis. Inisiatif ini bukan hanya bertujuan mengendalikan populasi kucing liar yang dapat menjadi vektor penyakit, tetapi juga merupakan wujud komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan hewan. Taufik Yulianto menargetkan, sekitar 250 ekor kucing akan mendapatkan layanan sterilisasi dalam program ini, menunjukkan skala intervensi yang signifikan.

Dimensi edukasi menjadi pilar penting lainnya. Melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), Pemkot Jakarta Timur secara spesifik menyasar anak-anak sekolah dasar di wilayahnya. Edukasi dini ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai kesehatan hewan, bahaya penyakit zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) seperti rabies, serta pentingnya sikap peduli dan bertanggung jawab dalam memelihara hewan sejak usia muda. Investasi edukasi pada generasi muda diharapkan menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan proaktif di masa depan.

Memeriahkan rangkaian acara, WRD 2026 turut diramaikan dengan Bazaar UMKM Jakpreneur binaan Sudin KPKP Jakarta Timur. Kehadiran bazaar ini tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga berfungsi sebagai platform strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk unggulan mereka kepada khalayak luas. Ini menunjukkan integrasi antara program kesehatan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui momentum Hari Rabies Sedunia 2026, Sudin KPKP Jakarta Timur mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta memahami esensi krusial dari vaksinasi rabies. “Mari kita bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, bebas dari ancaman rabies. Sebab, pencegahan rabies bukan sekadar amanah pemerintah, melainkan amanah bersama kita semua,” tutup Taufik, menekankan semangat kebersamaan.

Puncak peringatan WRD tahun ini akan dilangsungkan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Minggu, 11 Oktober 2026, dimulai pukul 08.00 WIB. Acara ini mengusung tema internasional “Stronger Together” yang selaras dengan pesan tingkat Provinsi DKI Jakarta: “Bersama Kita Pertahankan DKI Jakarta Bebas Rabies”. Sebuah seruan tegas untuk menjaga status bebas rabies yang telah diraih.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *