Pertemuan diplomatik tingkat tinggi sering kali diidentikkan dengan suasana formal dan kaku. Namun, pendekatan berbeda ditunjukkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat bertemu dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, di Civic Hall, New York, Amerika Serikat. Sebelum masuk ke pembahasan serius mengenai masa depan kedua kota megapolitan tersebut, Pramono sukses mencairkan suasana lewat obrolan hangat seputar olahraga bola basket.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Pramono membagikan momen kebersamaan tersebut. Secara blak-blakan, ia memperkenalkan diri sebagai pendukung setia klub NBA asal kota tersebut, New York Knicks. Pramono menceritakan bahwa kecintaannya pada Knicks sudah berlangsung lama, tepatnya sejak era legenda Patrick Ewing pada tahun 1980-an hingga era Carmelo Anthony. Saat ini, ia tetap setia mendukung bintang baru seperti Jalen Brunson dan Josh Hart. Pendekatan santai ini disambut dengan senyum lebar dan sambutan hangat dari Zohran Mamdani.
Di balik diplomasi yang kasual ini, tersimpan agenda kerja sama bilateral yang sangat penting bagi pembangunan Jakarta. Kedua pemimpin dijadwalkan membahas berbagai solusi atas tantangan perkotaan modern. Fokus utamanya mencakup integrasi transportasi publik, peningkatan kualitas udara bersih, tata kelola air dan pesisir pantai, manajemen sampah, serta stabilitas harga bahan pangan untuk warga Jakarta.
Kunjungan Pramono ke Amerika Serikat ini juga dalam rangka memenuhi undangan resmi untuk menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026. Forum bergengsi ini mempertemukan para pemimpin kota besar dunia untuk merumuskan kebijakan perkotaan yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim, krisis perumahan, dan ketimpangan ekonomi.
Tidak hanya itu, Pramono juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam diskusi panel iklim global bersama institusi ternama seperti Harvard University dan C40 Cities. Di akhir kunjungannya, ia akan menandatangani kesepakatan kerja sama (Letter of Intent) dengan New York University (NYU) untuk mengembangkan industri olahraga dan pariwisata di Jakarta. Langkah diplomatis ini diharapkan membawa pulang strategi konkret untuk mentransformasi Jakarta menjadi kota global yang lebih layak huni.








