Ponorogo – Aksi nyata dan simpati mendalam terhadap perjuangan rakyat Palestina kembali ditunjukkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di hadapan ribuan santri dan ulama dalam peringatan Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9), Kepala Negara menyerukan kepedulian dunia terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa bangsa Palestina.
Momen emosional terpancar saat Presiden Prabowo menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, yang hadir sebagai salah satu tamu kehormatan. Secara spontan, Prabowo menggelorakan seruan “Free Palestine!” sebanyak tiga kali. Pekikan tegas tersebut langsung disambut gemuruh oleh ribuan peserta yang memadati lokasi dengan balasan kata “Free!” secara serentak.
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas dukungan moral yang kuat dari Indonesia, Dubes Abdulfattah secara khusus melangkah ke atas panggung. Ia mengalungkan syal keffiyeh khas Palestina ke pundak Presiden Prabowo. Gestur hangat ini disambut tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin, menegaskan solidaritas abadi antara Indonesia dan Palestina.
Dalam orasinya, Prabowo mengungkapkan rasa prihatinnya atas penderitaan yang terus dialami warga Gaza akibat serangan militer zionis Israel. Ia menyoroti kenyataan pahit di mana banyak korban jiwa terus berjatuhan, sementara dunia internasional kerap tampak kurang berdaya untuk menghentikan kekerasan tersebut.
Menanggapi situasi geopolitik global, Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya kemandirian dan kekuatan nasional bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, sebuah negara hanya mampu mengulurkan bantuan nyata kepada bangsa lain jika memiliki ketahanan dan kekuatan internal yang kokoh.
“Kita pernah merasakan kepahitan akibat penjajahan oleh bangsa asing. Oleh sebab itu, kita harus bertekad kuat agar tidak lagi mengalami hal serupa di masa depan. Jika Indonesia kuat, kita tentu dapat membantu saudara-saudara kita yang tertindas. Sebaliknya, tanpa kekuatan, mustahil bagi kita untuk memberikan uluran tangan,” ujar Prabowo dengan penuh penekanan.
Ia juga berpesan kepada para ustaz, ulama, dan generasi muda yang hadir untuk senantiasa mengevaluasi diri serta membangun keberanian nasional. Menurut Prabowo, fondasi bangsa yang solid berawal dari kesadaran untuk membenahi kekurangan internal demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berdampak positif bagi perdamaian dunia.








