Polda Jawa Barat berhasil membongkar aktivitas berbahaya seorang pemuda berinisial MSA (25) di Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Pemuda tersebut diringkus kepolisian setelah terbukti memiliki kemampuan otodidak dalam merakit bom berdaya ledak rendah (low explosive) hingga berdaya ledak tinggi (high explosive). Tak main-main, MSA diketahui telah melakukan puluhan kali uji coba peledakan secara mandiri.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa tersangka sangat aktif dalam mendokumentasikan aksinya. MSA tercatat telah melakukan uji coba bom high explosive sebanyak 16 kali, sedangkan untuk jenis low explosive mencapai 40 kali. Seluruh aksi nekat tersebut direkam dan disebarkan ke sebuah grup pesan instan bernama True Crime Community.
Di dalam grup WhatsApp tersebut, MSA bertindak sebagai motivator kejahatan ekstrem. Ia tidak hanya mengagungkan tindakan kriminal, tetapi juga aktif membagikan tutorial pembuatan bahan peledak secara terperinci. Kemampuan merakit bom ini ia pelajari secara otodidak melalui berbagai konten di media sosial, terinspirasi dari peristiwa ledakan bom yang pernah terjadi di Bandung beberapa tahun silam.
Saat melakukan penggeledahan di kediaman tersangka, polisi menemukan berbagai barang bukti yang mencengangkan. Petugas menyita proyektil peluru tank (mortir) berdiameter 8,8 cm, puluhan peluru tajam dan hampa, serta bahan kimia berbahaya seperti potasium klorat, belerang, black powder, dan serbuk aluminium. Selain itu, ditemukan pula casing granat, laras senjata api rakitan, busur panah (crossbow), hingga peralatan pelindung taktis.
Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Jabar, AKBP Rikky Aries Setiawan, menyatakan bahwa tersangka mengadopsi taktik dan teknik pembuatan bom dari internet. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami motif utama tersangka serta mengusut jaringan grup komunikasi tempat ia menyebarkan konten berbahaya tersebut guna mengantisipasi ancaman keamanan yang lebih luas.








