Ubah Paradigma Perbatasan, Tito Karnavian Dorong Wilayah Terluar Jadi Pusat Ekonomi Baru Indonesia

Jakarta – Pemerintah Indonesia terus berkomitmen mengubah cara pandang terhadap wilayah perbatasan dari yang semula dianggap sebagai area terisolasi menjadi etalase terdepan bangsa. Dalam perayaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala BNPP, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya mentransformasi kawasan perbatasan menjadi ‘halaman depan’ Indonesia yang sejahtera dan mandiri.

Tito menekankan bahwa revitalisasi kawasan perbatasan tidak sekadar persoalan menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga mencakup pembangunan titik pertumbuhan ekonomi baru. Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan pemerataan keadilan sosial bagi warga lokal sekaligus memperkuat benteng pertahanan serta keamanan nasional secara menyeluruh.

Read More

Capaian Strategis Pembangunan Perbatasan

Memasuki usianya yang ke-16 tahun, BNPP mencatatkan rekor positif dalam mengelola wilayah terluar. Salah satu capaian paling menonjol adalah pengoperasian sedikitnya 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan fasilitas modern. PLBN kini tidak hanya berfungsi sebagai pintu keluar-masuk antarnegara, melainkan juga menjadi simbol kebanggaan dan martabat Indonesia di mata dunia internasional.

Di samping pembangunan fisik, BNPP berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan stakeholder terkait dalam menuntaskan berbagai sengketa batas wilayah darat, seperti di perbatasan Malaysia dan Timor-Leste. Penyelesaian isu perbatasan di tingkat mikro, termasuk di kawasan Pulau Sebatik dan beberapa titik di Pulau Kalimantan, menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mengamankan setiap jengkal tanah air.

Arah Kebijakan dan Evaluasi Berkelanjutan

Meski telah mengukir banyak kemajuan, Tito mengingatkan seluruh jajaran BNPP agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi mendalam tetap diperlukan untuk mengoptimalkan sinergi antar-Kementerian/Lembaga (K/L) agar program pembangunan daerah perbatasan semakin terarah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.

Selain itu, Tito mendorong pemanfaatan saluran media sosial dan platform komunikasi modern untuk mempublikasikan kinerja BNPP. Transparansi dan publisitas yang baik dinilai sangat krusial agar program penguatan perbatasan terus mendapat dukungan luas dari publik maupun pemerintah daerah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *