Tragedi KM Virgo Transport 8 di Masalembo: Basarnas Desak Pemilik Segera Evakuasi Bangkai Kapal

Banjarmasin — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan kewajiban pemilik kapal untuk segera mengangkat dan memindahkan bangkai armada yang mengalami musibah di jalur pelayaran aktif. Penegasan ini disampaikan menyusul insiden tragis terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa langkah mendesak ini berlandaskan pada ketentuan Undang-Undang Pelayaran. Meski regulasi memberikan batas waktu maksimal hingga 180 hari bagi pemilik kapal untuk melakukan pengangkatan, pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan secepat mungkin demi kelancaran Operasi SAR.

Read More

“Kami berkoordinasi erat dengan jajaran Kementerian Perhubungan serta melibatkan pihak pemilik kapal. Pemindahan bangkai kapal yang terbalik ini harus segera dilakukan di kesempatan pertama agar proses pencarian dan evaluasi korban tidak terhambat,” tegas Syafii saat memberikan keterangan resmi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kolaborasi Antar-Unsur Demi Temukan Korban Hilang

Proses pemindahan armada kapal berukuran besar bukanlah kewenangan mutlak Basarnas semata. Oleh karena itu, pemerintah mendorong skema kolaborasi yang melibatkan pemilik kapal serta tim ahli teknis yang berpengalaman. Sinergi ini dinilai sangat krusial untuk menunjang daya jelajah tim SAR di lapangan.

Dua faktor utama menjadi alasan percepatan evakuasi fisik kapal tersebut. Selain karena mengganggu keselamatan jalur pelayaran komersial yang padat, diduga kuat masih banyak penumpang yang terjebak di dalam interior kapal terbalik tersebut.

KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan mengangkut total 243 orang. Namun, akibat diterjang cuaca buruk di perairan Masalembo, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam posisi karam dan terbalik pada dini hari.

129 Penumpang Masih Dalam Pencarian

Hingga perkembangan operasi SAR terbaru, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 114 orang. Dari jumlah tersebut, 108 penumpang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Saat ini, fokus utama tim penyelamat adalah melakukan pencarian intensif terhadap 129 korban lainnya yang masih dinyatakan hilang. Basarnas bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada hingga seluruh penumpang dalam manifes dapat ditemukan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *