Bencana tanah longsor melanda kawasan Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Langkat dengan Kabupaten Karo. Separuh badan jalan dilaporkan amblas ke jurang, sehingga menyisakan ruang sempit yang hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan secara bergantian.
Kondisi ini memicu kemacetan dan mengganggu mobilitas logistik serta aktivitas harian warga setempat yang bergantung pada jalur lintas kabupaten ini. Menanggapi situasi darurat tersebut, Penjabat Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, memastikan bahwa langkah perbaikan permanen akan segera dijadwalkan. Proyek rekonstruksi jalan ini ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.
Sembari menunggu proyek jangka panjang tersebut, Bobby menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera membangun akses jalan sementara. Langkah taktis ini diambil agar denyut nadi perekonomian dan transportasi masyarakat antara Langkat dan Karo tidak lumpuh total. “Pembangunan akses sementara akan segera kami siapkan agar warga tetap bisa beraktivitas,” ujar Bobby pada Sabtu (12/9).
Dampak bencana ini ternyata tidak hanya merusak infrastruktur jalan. Pipa distribusi air bersih yang menyuplai kebutuhan warga di sekitar lokasi kejadian juga ikut terputus akibat pergeseran tanah. Akibatnya, masyarakat setempat kini mengalami krisis air bersih yang cukup serius.
Ade Sembiring, salah seorang warga Desa Telaga, mengungkapkan bahwa mereka sudah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Putusnya akses jalan juga mempersulit pengiriman kebutuhan pokok antarwilayah.
Untuk mengatasi krisis air bersih, Bobby Nasution berjanji akan segera mengirimkan bantuan tangki air darurat bagi warga terdampak. Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, menegaskan pihaknya akan memprioritaskan perbaikan pipa saluran air terlebih dahulu sebelum melakukan penanganan jalan yang lebih kompleks.
“Kami fokus memperbaiki pipa air yang terputus agar masyarakat tidak terlalu lama kesulitan mendapatkan air bersih,” jelas Tiorita. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat diharapkan warga agar pemulihan pascabencana ini dapat berjalan dengan cepat dan efektif.








