Musi Rawas — Upaya keras tim gabungan dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan kembali membuahkan hasil positif. Melalui aksi tanggap darurat yang cepat dan terkoordinasi, Polres Musi Rawas bersama unsur TNI, BPBD, pemadam kebakaran, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) sukses memadamkan kobaran api yang melalap lahan seluas 6,8 hektare.
Keberhasilan ini dicapai setelah tim gabungan melakukan penyisiran dan pemadaman intensif di area yang terdampak. Berdasarkan data pemantauan satelit, sebelumnya terdeteksi sebanyak 10 titik panas (hotspot) yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Berkat respons cepat di lapangan, seluruh titik panas tersebut kini dipastikan telah padam sepenuhnya tanpa menyisakan bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Musi Rawas, menegaskan bahwa seluruh laporan visual dari satelit langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke titik lokasi. Sinergitas antarlini menjadi kunci utama keberhasilan operasi pemadaman yang menantang ini.
“Kerja sama yang solid antara Polri, TNI, BPBD, petugas pemadam kebakaran, hingga kelompok masyarakat lokal sangat krusial dalam mempercepat proses lokalisasi api. Kami bersyukur, berkat kerja keras bersama, lahan seluas 6,8 hektare yang terbakar kini sudah aman dan kondusif,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi ancaman karhutla. Langkah mitigasi dini dan patroli siber satelit menjadi instrumen penting guna mencegah meluasnya dampak kebakaran yang dapat merusak ekosistem dan mengganggu kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Polda Sumsel berkomitmen untuk terus memonitor situasi secara real-time dan menindak tegas setiap pelanggaran yang memicu bencana lingkungan ini,” pungkas Kombes Pol. Nandang.
Dengan padamnya seluruh titik api di Musi Rawas, diharapkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat guna mencegah bencana serupa terjadi di masa mendatang.








