MUI Maafkan Abah Setu Terkait Dugaan Penghinaan Nabi, Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara terbuka menyatakan telah menerima permohonan maaf dari pimpinan Majelis Darul Nurul Hikam Bekasi, Asep Setiawan alias Abah Setu, terkait dugaan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kendati pintu maaf telah dibuka, MUI menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap ditegakkan dan proses hukum terhadap yang bersangkutan wajib terus berjalan.

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengungkapkan bahwa secara nilai kemanusiaan dan Islam, setiap orang yang mengakui kesalahan dan meminta maaf tentu dimaafkan. Namun, tindakan Abah Setu dinilai telah melanggar regulasi hukum yang berlaku di Indonesia, sehingga aparat penegak hukum harus tetap mengambil tindakan sesuai koridor yang berlaku.

Read More

Anwar Abbas menilai ucapan Abah Setu dalam siaran langsung di media sosial sudah melampaui batas dan merendahkan martabat Rasulullah SAW. Ucapan tersebut dinilai sangat melukai perasaan umat Islam. Oleh karena itu, langkah hukum formal dianggap penting untuk memberikan kepastian hukum serta menjaga kondusivitas masyarakat.

Sementara itu, MUI Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk melakukan pengawasan sekaligus pembinaan keagamaan terhadap Abah Setu. Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Mahmud, menjelaskan bahwa polemik ini muncul akibat kekeliruan dalam menafsirkan syariat dari kacamata hakikat, yang kemudian disebarluaskan ke ruang publik melalui media sosial.

Meskipun menyayangkan kegaduhan tersebut, Prof. Mahmud mengapresiasi kebesaran hati Abah Setu yang bersedia mengakui kekeliruannya, meminta maaf secara terbuka kepada para ulama dan umat Islam, bahkan secara sukarela menutup majelis taklimnya. Langkah cepat kepolisian dalam memediasi kasus sensitif ini di Mapolres Metro Bekasi juga mendapat apresiasi guna meredam potensi konflik horizontal.

Sebelumnya, reaksi keras sempat muncul dari masyarakat yang mendatangi lokasi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat setelah video live streaming Abah Setu viral. Dalam mediasi resmi yang dihadiri para tokoh agama, Abah Setu akhirnya menandatangani surat pernyataan maaf dan mengakui kesalahannya atas ucapan yang telah menyinggung perasaan umat Muslim.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *