Proses pemulihan infrastruktur pendidikan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satu fokus utama pemerintah adalah perbaikan SMP Negeri 1 Tukka, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir lumpur.
Fasilitas sekolah yang sempat lumpuh kini perlahan bangkit kembali. Berbagai perbaikan komprehensif telah menyasar ruang kelas, aula, ruang guru, hingga fasilitas praktikum. Langkah cepat ini diambil demi mengembalikan atmosfer kegiatan belajar mengajar yang aman, kondusif, dan nyaman bagi para siswa serta jajaran tenaga pendidik.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode perbaikan yang diterapkan di sekolah tersebut. Pemulihan SMPN 1 Tukka dilakukan menggunakan skema swakelola, di mana dana bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) disalurkan secara langsung ke pihak sekolah.
“Pengerjaannya sangat bagus. Kepala sekolah mampu mengelola anggaran swakelola ini dengan maksimal sesuai kebutuhan riil pemulihan fasilitas di lapangan,” ungkap Tito saat meninjau langsung kondisi bangunan sekolah.
Menurut Tito, dukungan anggaran pemulihan sektor pendidikan dari Kementerian Keuangan telah dirancang berkelanjutan hingga tahun 2028. Pemerintah pusat secara cermat menetapkan kawasan terdampak bencana yang masuk dalam daftar prioritas nasional, termasuk wilayah Tapanuli Tengah.
Mekanisme swakelola terbukti memberikan keleluasaan dan fleksibilitas bagi manajemen sekolah untuk mengeksekusi pembenahan gedung secara tepat sasaran. Kendati demikian, pemerintah tetap menyiapkan opsi pengerjaan fleksibel lainnya, seperti pelibatan personel TNI atau penyedia jasa profesional, disesuaikan dengan tingkat kerusakan infrastruktur.
Lebih jauh, Tito menegaskan bahwa pemulihan sarana pendidikan tidak boleh berdiri sendiri. Penanganan ini harus berjalan beriringan dengan perbaikan hunian warga, pembenahan sistem drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Satgas PRR berkomitmen untuk terus mengawasi seluruh tahapan rehabilitasi secara terpadu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas dan proses pembelajaran anak-anak tidak terganggu.








