Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir susulan di wilayah hulu Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Melalui langkah taktis, pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan sedimen kini tengah dikebut demi melindungi area permukiman serta lahan pertanian produktif milik warga setempat dari ancaman cuaca ekstrem.
Fokus utama proyek mitigasi bencana ini menyasar Kecamatan Tukka dengan membangun dua infrastruktur krusial, yakni Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala. Keduanya dirancang khusus untuk menahan laju endapan lumpur dan material batuan yang kerap turun dari kawasan perbukitan saat intensitas hujan tinggi.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, menekankan bahwa Tapanuli Tengah menjadi prioritas penanganan pascabencana. Menurutnya, sedimentasi lumpur yang terjadi sebelumnya telah melumpuhkan berbagai sektor vital, mulai dari rumah ibadah, sekolah, gedung perkantoran, hingga puluhan hektare sawah milik warga.
“Penataan di wilayah hulu ini tidak boleh ditunda. Kita harus berkejaran dengan waktu agar saat musim penghujan tiba, aliran air pembawa material hulu tidak lagi menghantam pemukiman warga,” tegas Tito saat meninjau langsung proyek rehabilitasi tersebut.
Pembangunan tahap pertama ini ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pemerintah tidak berhenti di situ; pada tahun berikutnya, dua Sabo Dam tambahan akan dibangun di lokasi yang sama, sehingga total akan ada empat bendungan pengendali sedimen di Kecamatan Tukka.
Selain Sabo Dam, proyek ini juga mengintegrasikan program normalisasi aliran sungai dan pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall) sepanjang 1,6 kilometer. Kombinasi infrastruktur ini diharapkan mampu meminimalisir risiko erosi dan luapan air secara signifikan.
Di samping membenahi infrastruktur hulu, pemerintah juga mempercepat perbaikan rumah-rumah warga dan fasilitas publik yang rusak secara paralel. Skema ini diambil agar aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Tapanuli Tengah dapat segera pulih tanpa harus menunggu seluruh proyek pengendali banjir selesai 100 persen.








