Menteri HAM Natalius Pigai Desak Polda Papua Usut Tuntas Teror Bom Molotov di Kantor Komnas HAM Jayapura

Aksi teror kembali mengguncang wilayah Jayapura, Papua. Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua yang berlokasi di Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, menjadi sasaran pelemparan benda diduga bom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu pagi sekitar pukul 10.15 WIT.

Insiden tersebut memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Menteri HAM Natalius Pigai. Secara tegas, Pigai meminta Kepolisian Daerah (Polda) Papua untuk mengusut tuntas dan melakukan penyelidikan secara objektif tanpa spekulasi guna menguak siapa aktor di balik aksi penyerangan ini.

Read More

“Saya minta Polda Papua secara serius melakukan pengecekan sampai berhasil menangkap pelaku pelemparan bom molotov ke Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” ujar Natalius Pigai dalam keterangannya di Jakarta. Selain mendesak proses hukum yang cepat, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berasumsi liar sebelum ada hasil resmi dari kepolisian serta meminta jaminan perlindungan penuh bagi jajaran pimpinan dan staf Komnas HAM di Papua.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas kantor tengah berlangsung. Pelaku disinyalir sengaja mengarahkan bom molotov ke area parkir kendaraan bermotor. Tujuannya disinyalir agar kobaran api membakar sepeda motor yang terparkir lalu merembet membesar ke bangunan utama kantor. Beruntung, kobaran api berhasil diredam sebelum melahap fasilitas negara tersebut.

Desakan serupa disampaikan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Pusat, Saurlin P. Siagian. Ia menekankan pentingnya aparat kepolisian menjamin keamanan para pejuang hak asasi manusia yang bertugas di daerah rawan konflik seperti Papua agar kejadian serupa tak berulang.

Di sisi lain, Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua menilai penyerangan ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan bentuk aksi teror yang terstruktur. Koalisi yang menaungi LBH Papua, KontraS Papua, hingga PAHAM Papua tersebut bahkan melayangkan desakan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan atensi khusus.

Mereka menyoroti rekam jejak aksi teror molotov di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota yang kerap berulang tanpa kejelasan hukum, seperti yang pernah menimpa kantor LBH Papua pada 2022, rumah jurnalis Viktor Mambor pada 2023, hingga kantor redaksi Tabloid Jubi pada 2024 lalu.

Saat ini, Polresta Jayapura Kota bekerja sama dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua telah memasang garis polisi dan mengamankan barang bukti pecahan botol berisikan cairan di TKP. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Fredrickus Maclarimboen, menyatakan pihak penyidik masih menantikan hasil uji laboratorium forensik guna memastikan kandungan spesifik dalam botol tersebut sebelum menarik kesimpulan resmi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *