Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi: Catat Puluhan Gempa Low Frequency, Status Siaga III

Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda dilaporkan masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intensif. Berdasarkan pengamatan terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gunung api aktif ini terus mengalami erupsi yang disertai dengan puluhan aktivitas kegempaan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa dalam periode pengamatan tanggal 8 hingga 9 September, terekam setidaknya enam kali gempa erupsi. Selain itu, instrumen pemantau juga mendeteksi 50 kali gempa Low Frequency, 77 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, satu kali gempa hembusan, serta gempa tremor yang terjadi secara terus-menerus. Rekaman seismik juga menunjukkan adanya satu kali gempa vulkanik dangkal dan satu kali gempa vulkanik dalam.

Read More

Meskipun aktivitas kegempaan tergolong padat, energi vulkanik yang diukur melalui metode Realtime Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi di level energi yang relatif rendah. Data dari alat pengukur deformasi (tiltmeter) di Stasiun Tanjung dan Lava93 juga menunjukkan pola grafik mendatar. Hal ini mengindikasikan kondisi tekanan magma yang cenderung stabil tanpa adanya lonjakan maupun penurunan yang ekstrem saat ini.

Menariknya, karakteristik letusan Gunung Anak Krakatau kini telah bergeser. Setelah sempat mengalami erupsi terus-menerus selama 25 jam yang berakhir pada 6 September lalu, gunung ini kini beralih ke tipe erupsi Strombolian. Setidaknya ada 12 kali letusan Strombolian yang teramati hingga tanggal 9 September pagi. Karakteristik letusan ini dinilai sebagai siklus normal dan penanda berakhirnya fase erupsi menerus yang panjang.

Kendati demikian, Badan Geologi menegaskan bahwa peluang terjadinya letusan baru dalam waktu dekat masih sangat tinggi. Potensi bahaya utama yang patut diwaspadai adalah lontaran material batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava segar jika erupsi menerus kembali terjadi.

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Pihak otoritas mengimbau dengan tegas agar masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati area kawah dalam radius aman 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik guna menghindari risiko fatal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *