Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa, tiga gunung berapi aktif di tanah air—Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, dan Gunung Ile Lewotolok—dilaporkan mengalami rentetan erupsi berulang kali sejak dini hari hingga siang hari.
Berdasarkan data dari situs resmi Magma Indonesia milik Kementerian ESDM, Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda telah meletus sebanyak empat kali. Meski secara visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut, alat seismograf merekam aktivitas seismik yang kuat dengan amplitudo maksimum mencapai 50 mm.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di Level III (Siaga). Meskipun erupsi menerus sempat mereda beberapa hari sebelumnya, potensi terjadinya letusan susulan di perairan Selat Sunda ini dinilai masih sangat tinggi.
Sementara itu, peningkatan aktivitas yang luar biasa juga ditunjukkan oleh Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Gunung ini tercatat telah mengalami erupsi sebanyak tujuh kali sepanjang hari ini. Petugas pos pengamatan melaporkan bahwa letusan terakhir terjadi pada pukul 12.01 WIT dengan amplitudo maksimum 28 mm selama 44 detik. Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II (Waspada).
Tak kalah aktif, Gunung Ile Lewotolok yang berada di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu tebal tersebut terpantau mengarah ke barat. Erupsi ini terekam dengan amplitudo cukup besar, yakni 40 mm, dan berdurasi selama 180 detik. Status gunung di NTT ini juga berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk selalu waspada, menghindari zona bahaya yang telah ditetapkan, serta mematuhi rekomendasi dari PVMBG dan pemerintah daerah setempat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.








