Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang berlokasi di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menghadapi situasi darurat yang sulit dijangkau lewat jalur darat, pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk melakukan aksi pemadaman udara (water bombing).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung meninjau lokasi bencana pada Selasa pagi. Ia menjelaskan bahwa bantuan armada udara dari Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja sangat krusial mengingat lokasi titik api berada di bagian belakang kawasan TPA yang sangat sulit diakses oleh armada pemadam kebakaran darat.
“Kami sangat terbantu oleh sinergi dari TNI Angkatan Udara yang menerjunkan helikopter untuk melakukan penyemprotan air dari udara. Langkah taktis ini diambil karena titik api berada di area terdalam yang tidak bisa dijangkau oleh mobil damkar,” ujar Rudy di lokasi kejadian.
Kendala utama pemadaman darat adalah jarak dari akses utama menuju titik api yang mencapai 400 hingga 500 meter. Petugas harus menyambung puluhan selang air, yang berakibat pada melemahnya tekanan air saat mencapai ujung semburan. Oleh karena itu, kolaborasi taktis antara tim udara dan darat menjadi kunci utama meminimalisir dampak kebakaran.
Berdasarkan kronologi kejadian, api dilaporkan pertama kali muncul pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat membesar pada tengah malam. Meski sempat dikendalikan pada Selasa dini hari, bara api yang tertimbun di bawah tumpukan sampah lama masih berpotensi memicu api baru. Rudy menegaskan bahwa sumber api bukan berasal dari gas metana tumpukan sampah aktif, melainkan rambatan dari kebakaran lahan pertanian di sekitar TPA.
Selain mengerahkan helikopter pembom air, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polres Bogor juga membuat parit pembatas. Sekat ini dibuat secara darurat menggunakan alat berat untuk memisahkan area terbakar dengan tumpukan sampah aktif agar api tidak semakin meluas.
Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pemetaan luas area yang terdampak kebakaran masih dilakukan menggunakan drone (pesawat nirawak), sementara penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kebakaran lahan pertanian tersebut terus bergulir.








