Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar salah satu tokoh paling dihormati di tanah air. Reniyanti Hoegeng, putri sulung dari mantan Kapolri legendaris, almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, dilaporkan telah meninggal dunia pada Selasa dini hari.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kerabat, Reniyanti mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 00.44 WIB. Beliau berpulang dalam usia 78 tahun saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Eka Hospital. Kepergian almarhumah tentu meninggalkan kesedihan mendalam, khususnya bagi keluarga besar Hoegeng yang dikenal sangat bersahaja.
Pihak keluarga segera menyemayamkan jenazah almarhumah di rumah duka yang terletak di perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat. Sejak pagi hari, suasana haru menyelimuti rumah duka seiring berdatangannya para pelayat dari berbagai kalangan yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada putri sulung sang jenderal legendaris tersebut.
Berdasarkan rencana pihak keluarga, prosesi pemakaman dilangsungkan pada hari yang sama. Jenazah Reniyanti akan diberangkatkan dari rumah duka ba’da Dzuhur menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. Prosesi pemakaman ini diperkirakan akan dihadiri oleh keluarga dekat serta sejumlah tokoh yang menghormati dedikasi keluarga Hoegeng semasa hidupnya.
Nama besar Jenderal Hoegeng Iman Santoso sendiri dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai simbol kejujuran, kesederhanaan, dan integritas tanpa kompromi di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Nilai-nilai luhur itulah yang diwariskan kepada anak-anaknya, termasuk Reniyanti. Meskipun merupakan putri dari seorang mantan Kapolri, kehidupan keluarga Hoegeng selalu jauh dari kemewahan dan tetap membumi hingga akhir hayat mereka. Kepergian Reniyanti Hoegeng tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang mengagumi keteladanan keluarga Hoegeng.








