Jakarta — Momen Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tampak lebih semarak dari biasanya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi melepas para peserta jalan santai dalam gelaran Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Charity Walk & Health Day 2026.
Acara yang mengombinasikan olahraga, bakti sosial, serta pemeriksaan medis gratis ini dinilai menjadi langkah nyata dalam memasyarakatkan olahraga sekaligus mempererat kebersamaan di tengah keberagaman warga Ibu Kota. Pramono menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif PSMTI yang telah menyediakan ruang bagi warga untuk berinteraksi secara positif.
Sinergi Masyarakat Menuju Kota Inklusif
Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya memanfaatkan ruang publik sebagai wadah interaksi sosial yang sehat. Menurutnya, keberadaan acara semacam ini membuktikan bahwa Jakarta terus berkembang menjadi ruang hidup yang dinamis, inklusif, dan ramah bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Kegiatan ini bukan semata-mata agenda olahraga, melainkan pendorong rasa kepedulian, kerja sama, dan persaudaraan antarwarga Jakarta. Ruang publik kita harus terus dihidupkan dengan kegiatan positif yang menyatukan,” ungkap Pramono.
Pemprov DKI Jakarta meyakini bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat tidak bisa dicapai oleh pemerintah sendirian. Oleh karena itu, sinergi strategis antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas warga menjadi kunci utama dalam membangun fondasi kota global yang berkelanjutan.
Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Selain jalan sehat dan senam bersama, rangkaian PSMTI Charity Walk 2026 ini juga menghadirkan beragam fasilitas kesehatan yang bisa diakses warga secara cuma-cuma. Mulai dari cek kesehatan dasar hingga terapi tradisional akupunktur disediakan bagi para pengunjung HBKB.
Pramono menyebut langkah ini sebagai upaya konkret untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar di tengah masyarakat. Dengan kemudahan akses tersebut, warga diharapkan semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan pemeliharaan kesehatan secara berkala.
Di akhir penyampaiannya, ia berharap semangat pola hidup sehat dan kepedulian sosial yang terbangun dalam acara ini tidak berhenti di lokasi kegiatan saja, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Jakarta yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera.








