Waspada! BRIN Sebut Asap Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Menyebar Hingga ke Negara Subtropis

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di kawasan Selat Sunda kembali menunjukkan eskalasi yang signifikan. Gunung berapi aktif ini dilaporkan mengalami erupsi beruntun yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu dini hari. Menariknya, dampak dari letusan dahsyat ini diprediksi tidak hanya melanda wilayah sekitar Banten dan Lampung, melainkan berpotensi meluas hingga ke berbagai negara tetangga di belahan bumi lain.

Prof. Dr. Erma Yulihastin, peneliti senior dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan peringatan serius terkait sebaran abu vulkanik ini. Melalui analisis citra satelit, ia mendeteksi adanya kepulan asap cokelat pekat yang sangat tebal di atas lautan. Ketinggian kolom abu vulkanik tersebut diperkirakan mencapai 13 kilometer, sebuah ketinggian ekstrem yang hampir menembus lapisan tropopause bumi.

Read More

Erma menegaskan bahwa fenomena ini wajib diantisipasi secara global. “Semburan kolom abu hingga menyentuh tropopause itu sangat berbahaya karena adanya sirkulasi Hadley. Mekanisme atmosfer di wilayah khatulistiwa ini memungkinkan material yang disemburkan dapat ditransfer hingga ke negara-negara subtropis,” jelasnya. Hal ini menjadi alarm kewaspadaan bagi sistem penerbangan internasional dan kualitas udara lintas negara.

Di tingkat lokal, kecemasan warga di pesisir Selat Sunda kian meningkat. Warga di kawasan Kecamatan Labuan, Pandeglang, mengaku merasakan getaran menerus dengan intensitas yang semakin kuat sejak dini hari. Beberapa laporan visual dari warga bahkan menunjukkan pintu dan kaca jendela rumah yang bergetar hebat tanpa henti, menyerupai guncangan gempa tektonik skala kecil akibat dentuman dari gunung tersebut.

Berdasarkan laporan resmi dari PVMBG melalui situs Magma ESDM, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di level Siaga (Level III). Letusan tersebut juga menghasilkan fenomena visual yang mengerikan berupa lava fountain atau air mancur lava pijar yang disertai suara gemuruh yang keras. Otoritas setempat mengimbau keras agar masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati area dalam radius bahaya 3 kilometer dari kawah aktif guna menghindari jatuhan material vulkanik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *