Sebuah insiden menegangkan melanda kawasan padat di jantung ibu kota. Kebakaran hebat dilaporkan melanda sebuah gedung apartemen bertingkat yang berlokasi di Jalan KH. Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat siang tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan penghuni gedung pencakar langit tersebut.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Berdasarkan informasi terkini dari Command Centre Damkar DKI Jakarta, sebanyak 14 orang berhasil dievakuasi dengan selamat dari dalam gedung. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena petugas harus menembus kepulan asap tebal yang membubung tinggi demi menjangkau para penghuni yang terjebak di lantai atas.
Meskipun belasan orang sudah berhasil diselamatkan, petugas pemadam kebakaran tidak mau gegabah. Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus melakukan penyisiran secara intensif dari satu lantai ke lantai lainnya. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi korban jiwa atau penghuni yang terjebak di dalam ruangan yang dipenuhi asap beracun.
Kronologi Kejadian dan Dugaan Penyebab
Berdasarkan penyelidikan awal di lokasi, titik api pertama kali dideteksi berasal dari lantai 5 apartemen tersebut. Bagian yang terbakar diidentifikasi merupakan area shaf kabel (saluran kabel vertikal). Masalah pada instalasi kelistrikan diduga kuat menjadi pemicu utama munculnya percikan api yang kemudian merambat dengan cepat dan memicu kepulan asap pekat.
Untuk menjinakkan si jago merah, pihak Damkar mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 23 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 105 personel tangguh diterjunkan langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Berkat kesigapan petugas, situasi kebakaran saat ini berhasil masuk dalam tahap kuning atau proses lokalisir, sehingga api tidak merambat ke area atau bangunan lain di sekitarnya.
Pihak berwenang mengimbau pengelola gedung bertingkat dan masyarakat umum untuk selalu melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik. Langkah preventif ini sangat penting guna meminimalisir risiko kebakaran akibat korsleting listrik yang kerap menjadi momok di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta.








