Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog berkomitmen penuh untuk memastikan program bantuan sosial dari pemerintah berjalan tanpa kendala. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lapangan, tepatnya di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah ini diambil guna menjamin bantuan pangan beras (BPB) untuk alokasi tiga bulan terdistribusi secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan berkualitas layak konsumsi.
Sidak yang dipusatkan di Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung penyaluran beras sebesar 93,21 ton yang dialokasikan bagi 3.107 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah tersebut. Melalui program ini, setiap keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan total 30 kilogram beras.
Menteri Amran menegaskan bahwa pengawasan ketat hingga ke tingkat desa sangat krusial untuk menutup celah terjadinya penyimpangan. Menurutnya, program ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar hak-hak masyarakat kurang mampu dapat terpenuhi secara utuh, tepat waktu, dan tanpa ada pemotongan.
Di sisi lain, Perum Bulog memastikan kesiapan seluruh lini logistiknya demi menyukseskan program ini. Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Ade Prastya Nurdin, menyatakan bahwa seluruh armada pergudangan dan tim operasional di lapangan telah disiagakan penuh untuk mengawal distribusi ini hingga ke pelosok daerah. Upaya maksimal ini dilakukan demi menjaga kualitas beras tetap prima hingga sampai ke tangan warga.
Secara keseluruhan, penyaluran beras bantuan di Kabupaten Subang menyasar sebanyak 277.954 PBP, di mana wilayah kerja Kantor Cabang Bulog Subang melingkupi total 404.226 PBP. Distribusi masif ini merupakan bagian dari gerakan logistik pangan skala besar di Jawa Barat yang menargetkan lebih dari 6 juta penerima manfaat, dengan total pasokan beras mencapai 181 ribu ton. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.








