Sebuah tragedi memilukan mewarnai persiapan karnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Seorang lanjut usia (lansia) bernama Slamet Timbang (57) tewas secara mengenaskan setelah tertimpa reruntuhan kanopi dan tembok bangunan apotek yang mendadak roboh. Insiden mematikan ini diduga kuat dipicu oleh getaran ekstrem dari uji coba pengeras suara raksasa atau yang populer dikenal sebagai sound horeg.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember. Sebelum kejadian, warga setempat sempat menggelar aktivitas cek sound bervolume tinggi pada malam hari untuk memeriahkan agenda karnaval desa. Dentuman bass yang sangat keras disinyalir memicu keretakan pada struktur bangunan apotek yang kondisinya memang sudah tua dan lapuk.
Keesokan harinya, Slamet menemani istrinya pergi ke apotek tersebut untuk membeli obat. Saat sang istri masuk ke dalam toko, korban memilih menunggu di pelataran luar. Tanpa diduga, sekitar pukul 10.30 WIB, suara gemuruh keras terdengar. Kanopi beton beserta tembok apotek tiba-tiba ambruk dan langsung menimbun tubuh korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Saksi mata di lokasi, Ulum, mengungkapkan bahwa ambruknya bangunan berlangsung sangat cepat. “Korban sedang menunggu istrinya. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras, dan korban sudah tertimpa tembok dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya. Menurutnya, kombinasi dari usia bangunan yang sudah tua dan getaran hebat dari sound horeg semalam sebelumnya menjadi penyebab utama rapuhnya konstruksi tersebut.
Kapolsek Jombang, Iptu Imam Kusuma, membenarkan adanya peristiwa maut tersebut. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti robohnya bangunan. Selain faktor getaran suara dan kondisi fisik apotek, polisi juga mengidentifikasi adanya kabel putus di tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih menyelidiki apakah kabel tersebut putus akibat tersangkut truk armada karnaval yang melintas, yang kemudian ikut menarik struktur bangunan. Olah TKP terus dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Jombang,” jelas Iptu Imam Kusuma.
Kini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Menyusul kejadian ini, pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyelenggarakan acara keramaian, terutama yang melibatkan penggunaan sound system ekstrem demi keselamatan bersama.








