Pasca-Demo Ricuh Jakarta: 141 Anak Dipulangkan, Polisi Buru Dalang Eksploitasi

Polda Metro Jaya resmi memulangkan 141 dari total 152 anak yang sempat diamankan pasca-kericuhan dalam aksi massa pada Kamis (27/8) lalu di Jakarta. Langkah persuasif ini diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian terhadap para remaja yang mayoritas masih berstatus pelajar tersebut.

Direktur Reserse PPA/PPO Polda Metro Jaya, Kombes Rita Wulandari Wibowo, mengungkapkan bahwa dari ratusan anak yang diamankan, mayoritas atau sekitar 123 anak masih aktif mengecap bangku pendidikan, sementara 26 lainnya sudah putus sekolah. Demografi anak yang ditangkap terdiri dari 149 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.

Read More

Meskipun sebagian besar telah dikembalikan ke orang tua masing-masing, polisi tetap memproses hukum lima anak yang terindikasi kuat memiliki niat melakukan tindakan anarkis. Polisi menyita sejumlah barang bukti berbahaya dari tangan mereka, mulai dari bahan bakar bensin hingga buah kering yang telah dimodifikasi untuk memicu pembakaran di tengah kerumunan massa.

Dugaan Eksploitasi Anak Diusut Tuntas

Tak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan, Polda Metro Jaya juga tengah menyelidiki indikasi adanya eksploitasi anak oleh kelompok dewasa. Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan pihaknya sedang memburu aktor intelektual yang memanfaatkan kerentanan anak-anak demi agenda kelompok tertentu.

Langkah kepolisian ini mendapat dukungan penuh sekaligus pengawasan ketat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Anggota KPAI, Sylvana Maria Apituley, mengecam keras pola berulang pelibatan anak-anak dalam demonstrasi anarkis. KPAI mendesak agar aparat menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) guna menjamin hak-hak hukum mereka.

KPAI menilai, memobilisasi anak dengan memanfaatkan kerentanan ekonomi atau psikologis mereka merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak. Mayoritas anak-anak yang terjebak dalam aksi tersebut mengaku hanya ikut-ikutan teman atau sekadar penasaran ingin melihat situasi demonstrasi secara langsung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *